Viral di Medsos, 4 Jam Suami dan Anak Terjebak di Loteng saat Banjir

Sabtu, 13 Juni 2020 19:53

SCREENSHOT

FAJAR.CO.ID, BANTAENG — Suasana hati Ratnasari sempat panik. Suami dan anaknya yang masih belia terperangkap di atas loteng, saat banjir mulai menghantam Kabupaten Bantaeng.

Beragam cara dilakukan agar dua orang tersayangnya bisa selamat dan mendapat bantuan dari tim penyelamat. Termasuk meminta bantuan via media sosial (medsos).

Dengan sisa daya baterai ponsel miliknya, Ratnasari bermohon meminta agar tim penyelamat datang mengevakuasi keluarganya itu saat banjir mulai setinggi dada orang dewasa.

“Bantuan segera. Kalau tidak, kami sekeluarga tenggelam di sini,” pinta Ratna di akun sosmed Facebook miliknya.

Ada ada beberapa helai kain yang menjadi alas untuk tetap bisa bertahan hidup, meski di tengah hantaman banjir pada Jumat dini hari (12/6/2020) kemarin.

Dalam foto yang dia sebar dan viral di Facebook, buah hatinya yang masih menggunakan popok tampak menangis, tak kuat dengan keadaan mencekam malam itu.

Suaminya yang menggunakan baju kaus warna biru, berusaha menenangkan anaknya itu, meski kondisi yang sedang mencekam.

“Tolong anak saya kasihan di atas loteng,” tambah Ratna di akun Facebooknya.

Wartawan Fajar.co.id menghubungi Nanna, sapaan akrab Ratnawati, yang menjadi korban banjir bandang di Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng.

Dia bersama keluarga kecilnya itu berhasil pergi mencari tempat yang lebih aman, saat ketinggian air mulai surut.

“Kami terjebak kemarin dari pukul 17.00 sampai 23.00 Wita. Kami berhasil setelah air surut sampai di pinggang. Banyak warga yang terjebak pada malam itu di dalam rumah,” katanya, kepada Fajar.co.id, Sabtu (13/6/2020).

Pantauan di sekitaran Kecamatan Bissappu, tepatnya di Jalan Poros Jeneponto-Bantaeng, banjir mulai surut. Namun meninggalkan sampah dan lumpur akibat hantaman air yang sangat deras, sejak kemarin.

Aliran listrik saat itu sempat padam. Semuanya mengungsi ke tempat yang lebih aman. Mobil dan motor milik warga ditinggalkan begitu saja di pinggir jalan.

Tampak lokasi itu seperti kota mati, yang gelap dan tanpa penghuni. Meski mereka pergi mengungsi, masih ada beberapa warga yang masih bertahan dan menjaga harta miliknya, saat aliran air mulai mereda kondisi kota dalam keadaan gelap gulita.

Sejak pagi tadi, warga pun mulai berdatangan dan membersihkan rumah mereka masing-masing dari sampah dan lumpur akibat banjir saat itu.

Warga sekitar dibantu oleh armada Pemadam Kebakaran Kabupaten Bantaeng, membersihkan jalanan yang sempat tertutupi lumpur.

Masih di Kecamatan yang sama, tampak beberapa rumah dan kios di Pasar Baru, Jalan Monginsidi mengalami rusak. Bahkan, ada pula yang terseret akibat hantaman banjir saat itu.

Tak hanya rumah kayu yang dihantam, sejumlah mobil bahkan truk ikut terseret air sejauh puluhan meter. Ada pula lampu jalan yang nyaris ikut terbawa air sungai, yang sempat meluap di sekitar pasar tersebut.

“Truk bersama satu mobil hitam itu terseret 30 meter karena banjir tadi malam. Malah juga tabrak lampu lalu lintas,” kata warga, Syamsuddin, di lokasi. (Ishak/fajar)

Komentar