Dikira Terseret Sungai, Rumah Anci Diikat di Pohon Malah Kena Longsor

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JENEPONTO -- Rumah kuning itu nyaris terseret arus deras di sungai Balang To'do, Rumbia, Kabupaten Jeneponto. Sebagian bangunannya sudah habis terseret air.

Beberapa tiang dan dinding rumah milik Anci (40) telah tiada. Seutas tali tampak masih terikat di sebuah tiang rumah semi permanen yang masih kukuh di samping rumahnya.

Saat dia tahu sungai di samping rumahnya meluap, Anci berusaha mempertahankan rumahnya agar tak terseret.

"Saya ikat rumah saya pada beberapa pohon di belakang rumah saya, karena sungai ini meluap. Tapi ternyata, bukit di depan rumah saya meletus (longsor). Akhirnya rumah ini hancur," kata Anci dengan air mata yang berlinang.

Beruntung pria berusia 40 tahun itu tidak mengalami luka yang cukup parah. Namun ibunya bernama Daeng Tonji (60) dan mertuanya bernama Baya (60) mengalami luka sangat parah.

Kata Anci, sebagian kepala ibunya pecah. Sedangkan mertuanya itu mengalami luka di kaki akibat terkena benda tajam saat kejadian.

"Kepala ibu saya pecah di belakang. Sedangkan kaki kanan mertua saya robek. Semuanya kini telah dibawa ke rumah sakit," tambah dia.

Saat ini Anci bersama kakak kandungnya, Cappa (41) masih berada di sekitaran rumahnya yang telah hancur sembari membantu petugas membuka akses masuk ke wilayahnya.

Namun Anci bersama kakaknya itu tak tahu harus tinggal di mana. Warga Desa Ramba ini terpaksa tinggal di rumah-rumah warga yang aman dari terjangan longsor.

"Saya sekarang tidak tahu harus mengungsi di mana. Makanya sembarang rumah saja yang saya tinggali. Makan pun saya belum," tambahnya. (Ishak/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan