Orang Tuanya di Malaysia, Begini Kisah Anak Pramuka yang Hilang Tertimbun Longsor

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JENEPONTO -- Basri dan Naning tak kuasa menahan kesedihannya. Anak pertamanya bernama Alam jadi korban longsor di kampung halamannya.

Bencana alam itu terjadi di Dusun Bontoloe, Desa Rumbia, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto pada Jumat (12/6/2020).

Sepasang suami istri itu masih berada di Malaysia saat mendapat informasi dari keluarganya di Jeneponto. Basri pun meminta keluarganya itu memantau di lokasi kejadian hingga Alam ditemukan.

Hingga saat ini, sanak keluarga setia menunggu bocah 14 tahun itu. Meskipun harapan ditemukan dalam keadaan selamat sangat sedikit.

Bahkan, sanak keluarga menunggu kabar dari petugas jika berhasil menemukan Alam. Mereka tak takut jika terjadi longsor susulan.

"Dari kemarin kami menunggu di sini. Ayahnya Alam bernama Basri sedang di Malaysia. Katanya dia mau ke sini kalau ada pesawat, dan turun langsung mencari anaknya di lokasi ini," kata salah satu keluarga korban kepada Agus Ishak wartawan fajar.co.id, Minggu (14/6/2020) di Jeneponto.

Dia menceritakan, Alam merupakan seorang anak yang pendiam di mata teman-temannya, namun periang di mata keluarga. Kata dia, Alam merupakan anak yang aktif ikut kegiatan pramuka.

"Alam ini aktif ikut pramuka di Polres Jeneponto. Selain periang di mata keluarga, tetapi dia tetap sopan dengan kami," jelasnya.

Jika Alam benar-benar ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, mereka berharap mayatnya cepat ditemukan. Saat mendapat info soal bencana itu, mereka mengaku kaget, sedih. Ada yang percaya, dan ada pula keluarganya yang tidak percaya.

Alam selama ini tinggal di lokasi tersebut bersama dengan kakek dan neneknya, bernama Neneng dan Abu yang juga hilang dalam kejadian saat hujan itu.

Terkait kabar akan ada santunan bagi untuk keluarga korban yang meninggal, dia menganggap itu bukan yang diutamakan.

"Belum ada santunan bagi kami terima dari pemerintah soal ini," tambah dia.

Petugas dari Basarnas, Damkar, dibantu para relawan masih mencari para korban yang tertimbun longsor. Pencarian ini telah masuk ke dua hari. Namun belum membuah hasil.

Sementara korban bernama Madeng, telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, pada Sabtu (13/6/2020) sekitar pukul 15.00 Wita kemarin. Mayatnya pun dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit terdekat.

Petugas kini memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian, untuk menghindari kerumunan warga yang hanya menonton proses evakuasi. (Ishak/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan