Pendapatan Pajak Hiburan Anjlok Drastis, Hasanuddin Leo Sebut Keselamatan Masyarakat Lebih Urgent

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pandemi Covid-19 yang menerpa Indonesia tiga bulan terakhir terbukti telah meluluhlantakkan perekonomian nasional, tak terkecuali di Makassar.

Setelah digalakkan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah wilayah, kini pemerintah bersiap menggerakkan kembali roda ekonomi dengan menerapkan kenormalan baru (new normal).

Salah satu sektor yang terdampak adalah merosotnya pendapatan asli daerah pada triwulan pertama tahun 2020. Kepala bidang pajak daerah II Bapenda Kota Makassar, Husni Mubarak menyebut pajak hiburan pada Mei hanya mendapatkan Rp2 juta, padahal di bulan normal, Pemkot dapat menarik pajak hingga Rp4 miliar.

“Pendapatan dari sektor hiburan, hotel dan restoran selama merebaknya Covid-19 di kota Makassar anjlok drastis,” terang Husni.

Penurunan pendapatan sebelum dan sesudah Covid-19 merebak sangat jelas perbedaannya. “Sebelum Covid-19 sekitar bulan Januari-Februari 2020 Bapenda bisa dapat sekitar Rp11 miliar dari industri perhotelan. Setelah itu drop semua pendapatan daerah,” tegas dia.

Menanggapi persoalan pelik ini, Anggota DPRD Kota Makassar Fraksi PAN, Hasanuddin Leo mengusulkan untuk lebih memprioritaskan keselamatan dan kesehatan masyarakat dibanding ekonomi. Bukan berarti pendapatan pajak tidak penting, namun keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi menurut Undang-undang

“Sektor hiburan akan menimbulkan orang berkumpul, itukan masih dilarang, ada satu situasi yang lebih urgent yang perlu diindahkan daripada sekedar ekonomi,” ujar Hasanuddin Leo ditemui fajar.co.id, di Gedung DPRD Makassar, Jumat (12/6/2020).

  • Bagikan