Soal Kasus Novel, Ernest Prakasa Nilai Pemerintah Akan Lestarikan Korupsi

Minggu, 14 Juni 2020 14:17

Ernest Prakasa

FAJAR.CO.ID — Ringannya tuntutan terdakwa penyiram air keras ke Novel Baswedan menuai polemik dan menjadi perbincangan publik. Sebab, banyak pihak yang mempertanyakan kenapa pelaku dituntut ringan.

Komika sekaligus sutradara, Ernest Prakasa ikut berkomentar soal tuntutan setahun terhadap pelaku penyiraman air keras ke wajah penyidik KPK itu.

Menurut Ernest Prakasa, kasus Novel Baswedan ini dramatis ibarat kisah sebuah novel.

“Kasus Pak Novel, ironisnya, memang dramatis bagai kisah sebuah novel. Sayangnya ini novel bergenre komedi, yang rasanya lebih ke tragis daripada lucu (emoji sedih),” ungkap Ernest Prakasa lewat akun Twitter miliknya, Sabtu (13/6).

Sutradara Susah Sinyal itu menyayangkan, tuntutan ringan terhadap pelaku penyiraman air keras ke penyidik KPK.

Ernest Prakasa menilai kasus tersebut berpotensi, melestarikan praktik korupsi di negeri ini.

“Apakah Pak Jokowi koruptor? Menurut gw sih enggak. Tapi ada penyidik KPK dianiaya lalu tersangkanya tidak dihukum berat, apakah pemerintahan seperti ini akan melestarikan korupsi? Menurut gw sih iya,” sambung Ernest Prakasa.

Bagikan berita ini:
1
4
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar