Nurdin Abdullah Minta Cekdam Diperhatikan

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Tiga hari lalu beberapa rumah warga di Kabupaten Jeneponto dan Bantaeng terendam banjir akibat meluapnya Sungai Calendu yang tidak mampu menampung debit air hujan di hulu sungai. Selain itu, beredar kabar Cekdam Balang Sikuyu sebagai pengendali banjir, jebol di sini kanan. Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, membantah hal tersebut.

“Bantaeng itu disamping curah hujannya ekstrem juga diakibatkan oleh bukan jebol sih, tapi runtuhnya dinding pengaman cekdam, jadi bukan cekdamnya ini juga saya sampaikan bukan cekdamnya,” ucap Nurdin saat ditemui di Kantor Gubernur Sulsel, Senin (15/6/2020).

Menurutnya cekdam sendiri tidak memiliki cakupan daya tampung yang luas. Sehingga, kata dia, dibutuhkan perhatian khusus dan pemeliharaan dalam menjaga kondisi cekdam.

“Makanya harus dipelihara terutama sedimen dan harus dilakukan setiap musim kemarau supaya daya tampung cekdam itu lebih besar,” lanjut mantan Bupati Bantaeng itu.

Selain karena debit hujan yang cukup tinggi, Nurdin Abdullah menjelaskan salah satu penyebab banjir karena adanya kayu yang menghantam dinding sebelah kanan daripada cekdam itu sehingga dinding pengaman cekdam runtuh dan mengakibatkan arus air mengalir deras dan menyerang Kabupaten Bantaeng.

“Saya menyakini cekdam yang kami buat 10 tahun lalu itu tidak akan pernah penuh karena ketika sudah diatas ambang normal dan ada pembuangannya, pembuangannya itu ke sungai induk, sungai besar jadi berapa pun curah hujan itu tidak akan pernah meluap,” tutupnya. (anti/fajar)

  • Bagikan