Pengacara Terdakwa Sebut Penyiraman Air Keras ke Novel Dilakukan karena Motif Pribadi

Senin, 15 Juni 2020 21:42

PENYIRAMAN AIR KERAS: RM (foto kiri) dan RB, tersangka penyiram air keras terhadap Novel Baswedan. (Mifthulhayat/Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Terdakwa penyerangan Novel Baswedan, Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis menyampaikan nota pembelaan atau pledoi yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Namun, kedua terdakwa mengikuti melalui video conference.

Tim kuasa hukum terdakwa menyayangkan, tuntutan satu tahun pidana terhadap kedua terdakwa tidak mempertimbangkan fakta persidangan. Padahal, kedua terdakwa melakukan perbuatannya dengan tidak sengaja.

“Kami sayangkan dalam tuntutan tidak memperhatikan fakta di persidangan. Jaksa bersikukuh mempertahankan tuntutan,” kata Rudi Heryanto, Tim Kuasa Hukum Terdakwa Rahmat Kadir membacakan pledoi di PN Jakarta Utara, Senin (15/6).

Tim kuasa hukum menegaskan, oknum Brimob Polri itu melakukan perbuatannya karena dorongan rasa benci pribadi kepada Novel Baswedan.

Penyiraman yang menggunakan air aki itu dipicu kebencian terdakwa kepada Novel yang tidak menjaga jiwa korsa.

“Pengakuan terdakwa kebenaran. Bukan diarahkan atau rekayasa,” ujar Tim Hukum dari Divisi Hukum Polri itu.

Perbuatan terdakwa diyakini bukan suruhan dari atasan di lingkungan Polri. Karena perbuatan penyiraman terdakwa dilakukan karena motif pribadi.

“Penyiraman dilakukan karena motif pribadi, tidak ada hubungan perintah atasan,” tukas Tim Hukum Polri itu.

Sebelumnya, terdakwa kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette dituntut satu tahun pidana penjara. Jaksa menilai, Ronny dan Rahmat terbukti melakukan penganiayaan berat terhadap Novel.

Komentar