Prof Jimly Ashiddiqie Bilang Waktu Haji Tak Bisa Dibatalkan

ILUSTRASI. Pemerintah Arab Saudi tengah mengkaji ada atau tidaknya pelaksanaan Ibadah Haji 2020. Sejumlah opsi pun dibahas dan akan diumumkan minggu ini. (PPIH Arab Saudi/Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Anggota DPD RI Prof Jimly Ashiddiqie menilai waktu pelaksanaan ibadah haji, tidak bisa dibatalkan oleh siapa pun.

Pernyataan ini dicuitkan mantan ketua dewan penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), tersebut lewat akun Twitter miliknya, Senin (15/6).

“Waktu haji tidak bisa dibatalkan oleh siapa pun, tetapi kalau ada kebutuhan, Pemerintah Saudi boleh saja lockdown Kota Mekkah, Madinah, Mina dan Arafah dari pendatang. Sedangkan penduduk setempat yang mau beribadah di sana boleh saja diwajibkan patuhi protokol kesehatan yang ketat,” cuit @JimlyAs.

Hal itu disampaikannya merespons pemberitaan media yang menyebut, pemerintah Arab Saudi sedang mempertimbangkan pembatalan ibadah haji 2020.

Unggahan mantan ketua DKPP itu direspons seorang netizen dengan menanyakan kenapa tidak boleh? Mengingat pandemi di mana-mana, jika penduduk setempat pun melakukan ibadah haji tetap saja tidak ada jaminan tak tertular.

Apalagi, kata netizen itu, sebelumnya ada imam yang positif sehingga beberapa masjid ditutup kembali. Dia lantas melontarkan pertanyaan, bukankah dalam sejarahnya ibadah haji pernah beberapa kali dibatalkan?

Pertanyaan itu dijawab Prof Jimly bahwa, pemerintah Arab Saudi cukup menerapkan aturan super ketat terhadap umat yang mau menjalankan ibadah di tanah suci itu.

“Makanya diperketat saja seketat-ketatnya. Bila perlu berjarak 2 meter atau lainnya, tetapi musim haji tetap saja tidak berubah,” tandas ketua Mahkamah Konstitusi (2003-2008) itu. (jpnn/fajar)

Komentar

Loading...