PSMS Medan Ingin Pembayaran Gaji Maksimal 25 Persen Diteruskan

FAJAR.CO.ID, MEDAN -- Walau belum pasti Liga 2 digulirkan lagi, PSMS Medan serius mempersiapkan diri. Bahkan, Ayam Kinantan jadi satu-satunya klub Liga 2 yang sudah mengumpulkan pemain untuk latihan meski belum semua berkumpul.

Rencananya, awal Juli mendatang, seluruh pemain PSMS berkumpul. Tapi, ini akan jadi masalah baru. Sebab, PSMS akan keluar biaya tambahan untuk melakukan rapid test plus berbagai hal sesuai protokol kesehatan. Belum lagi perihal gaji pada Juli yang belum diatur dalam surat keputusan PSSI soal pemotongan gaji pemain sejak Maret lalu.

Ya, SK PSSI soal pembayaran gaji maksimal 25 persen hanya berlaku sampai Juni. Artinya, pada Juli dan seterusnya, belum ada keputusan apa pun. PSSI tampaknya akan memutuskan terkait hal itu berbarengan soal kelanjutan kompetisi dalam rapat exco yang rencananya digelar dalam waktu dekat.

Sekretaris Tim PSMS Julius Raja mengungkapkan, timnya harus segera melakukan renegosiasi kontrak pemain. Sebab, PSMS sudah punya kegiatan mulai Juni hingga akhir tahun jika kompetisi diteruskan. Jika itu terjadi, Julius ingin segera ada keputusan perihal pembayaran gaji untuk pemain di Liga 2.

Baca Juga:

MU Salip Chelsea di 4 Besar Liga Inggris, Itu Prediksi Ferdinand

Harapannya, PSMS ingin PSSI meneruskan SK soal pembayaran gaji maksimal 25 persen. Julius ingin SK itu diteruskan hingga akhir tahun, sampai kompetisi Liga 2 selesai. ’’Ya jangan sama dengan kontrak awal penggajiannya. Jadi, kami nanti tinggal negosiasi pemain soal gaji perpanjangan kontrak. Misalnya kontrak sampai Oktober, kami hanya meneruskan dua bulan saja nanti,’’ katanya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi


Comment

Loading...