Sidang Penyiraman Air Keras Novel Baswedan, Jaksa Fedrik Adhar Tak Hadiri Sidang Pleidoi

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Salah seorang Jaksa Penuntut Umum (JPU) penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan, Jaksa Fedrik Adhar tak terlihat saat agenda pembacaan nota pembelaan atau eksepsi. Hal ini berbeda dari sidang sebelumnya, yang nampak selalu hadir di muka persidangan.

Pasalnya, usai pembacaan tuntutan satu tahun pidana penjara terhadap kedua terdakwa, yakni Rahmat Kadir dan Ronny Bugis, Jaksa Fedrik Adhar menjadi sorotan publik.

Fedrik Adhar tak memberikan alasan mengapa dirinya tidak hadir dalam sidang lanjutan dengan agenda pembacaan pledoi. Namun, dia menyebut telah diwakili oleh dua rekannya.

“Yang hadir pak Satria Irawan Kasdum Kejari Jakarta Utara dan Marley. Dua duanya juga anggota tim JPU Roni Bugis dan Rahmat Kadir,” kata Fedrik kepada JawaPos.com, Senin (14/6).

Ketika ditanya alasan ketidakhadirannya, dia berdalih kalau kedua rekannya itu tidak jauh berbeda, sama-sama Jaksa yang memegang perkara penyiraman air keras.

“Mereka juga JPU-nya,” singkat Fedrik.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut umum yang menangani persidangan terdakwa pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan banyak mendapat kritik, terutama di media sosial. Mereka menuntut dua pelaku dengan hukuman penjara satu tahun dan mengatakan penyiraman ke wajah Novel Baswedan tak sengaja

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana mengatakan, salah satu JPU) kasus itu ternyata memiliki rekam jejak di media sosial yang pernah mengancam KPK. Jaksa yang disebut pernah mencibir KPK itu, Robertino Fedrik Adhar Syaripuddin.

  • Bagikan