Usai Dilantik, PPS di Makassar Langsung Tancap Gas

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Hadapi Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar 2020, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar melantik Panitia Pemungutan Suara (PPS) di 15 kecamatan, Senin, (15/06/2020). Mereka pun harus tancap gas untuk bekerja sukseskan Pilwalkot Makassar.

Pelantikan secara bergelombang dan terpencar di kecamatan masing-masing. Itu untuk menghindari kerumunan sebagai bentuk pencegahan penyebaran Covid-19.

Seluruh komisioner melakukan pelantikan secara bergelombang dan membagi diri ke setiap kecamatan. Itu untuk memotivasi para PPS dan saling menguatkan bersama PPS dan PPK sebagai konsolidasi bersama menyambut tahapan Pilkada Desember 2020.

Komisioner KPU Makassar, Endang Sari menjelaskan, setelah dilantik, PPS akan membantu KPU dalam proses perekrutan panitia pemutakhiran data pemilih (PPDP). “Proses pembentukannya akan dimulai pada tanggal 24 Juni 2020,” ujarnya.

Endang menyebutkan, saat pelatikan PPS standar protokol Covid-19 diberlakukan. Semua peserta, pelaksana acara, tamu, media, dan lainnya yang berada dalam area pelantikan harus menggunakan masker. Mereka juga harus mencuci tangan sebelum dan sesudah kegiatan pelantikan. “Termasuk menghindari kerumunan dan menjaga jarak minimal satu meter,” ungkapnya.

Selain itu, di setiap pelantikan tidak berjabat tangan langsung apalagi cipika-cipiki. “Waktu pelantikan singkat dan tidak mengurangi protokol pelantikan,” paparnya.

Hal ini menindaklanjuti keluarnya surat KPT KPU Nomor 258 tahun 2020 yang berisi penetapan tahapan pelaksanaan Pilkada 2020. Surat ini juga menandai dicabutnya surat KPT KPU nomor 179 terkait penundaan empat tahapan pelaksanaan Pilkada pada akhir Maret lalu. Penundaan pelantikan PPS, penundaan perekrutan PPDP, penundaan verifikasi calon perseorangan, dan penundaan pemuktakhiran data pemilih.

  • Bagikan