Imbas Corona, Biaya Pelaksanaan Haji dan Umrah Diprediksi Semakin Mahal

Ketua AMPHURI SULAMPUA, Muhammad Azhar Gazali.

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR–Asosiasi Muslim Penyelenggara Ibadah Haji dan Umrah (AMPHURI) memprediksi kenaikan biaya perjalanan ibadah haji dan umrah di tengah pandemi Covid-19 akan naik.

Hal tersebut disusul dengan kebijakan dari pemerintahan Arab Saudi yang menaikkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yakni 15 persen.

Ketua AMPHURI SULAMPUA, Muhammad Azhar Gazali menuturkan kebijakan Arab Saudi yang menaikkan 15 persen PPN akan berdampak pada penyesuaian kembali tarif dari pihak penyelenggara ibadah haji dan umrah.

“Misalnya pesawat hanya 15 persen, bus pun hanya bisa 50 persen, hotel pun yang tadinya bisa 4 sekamar sekarang sisa sekamar berdua,. Bus pun begitu juga, belum lagi asuransi begitu juga jadi otomatis semua naik,”ucapnya kepada Fajar.co.id.

Untuk menyikapi kebijakan pemerintah Arab Saudi tersebut, Muhammad Azhar mengaku akan meminta dan bernegosiasi dengan pihak-pihak yang berkaitan dengan pemberangkatan haji dan umrah seperti pesawat, hotel dan bus.

“Termasuk memotong margin bisa jadi seperti itu karena itu juga bagian dari startegi kita untuk mendapatkan calon jemaah sehingga mereka tertarik dengan harga jual yang kami pasarkan,” tutur Azhar.

Selain itu terkait penyesuaian tarif kata dia, sekitar 50 persen anggota Amphuri menghentikan operasional usahanya.

“Sejak 3 bulan terakhir hampir dapat dipastikan tidak ada lagi calon jemaah yang melakukan pendaftaran untuk perjalanan ibadah haji dan umrah,” jelasnya

KONTEN BERSPONSOR

Komentar