Appi: Tanpa Komitmen dan Sinergitas, Tak Berguna Jabatan Wali Kota

FOTO: ISTIMEWA

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Macet dan banjir menjadi ancaman serius Kota Makassar ke depan. Dibutuhkan sosok wali kota yang punya langkah preventif terhadap persoalan tersebut. Terutama karena untuk mengatasinya, perlu sinergitas lintas daerah.

Hal itu diakui bakal calon wali kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi) dalam diskusi di Cafe Res_Publika sore tadi. CEO PSM ini menyampakkan Wali Kota Makassar ke depan, tidak bisa mengatasi persoalan macet dan banjir ini tanpa membangun sinergitas dengan Pemkab Gowa, Takalar, Maros mau pun Pemprov Sulsel dan pemerintah pusat.

“Jadi tanpa kemampuan, komitmen dan sinergitas pemimpin Makassar menyikapi hal ini, tak ada gunanya jabatan wali kota,” kata Appi, Rabu, 17 Juni. Konsep Mamminasata untuk menguruai kemacetan di Makassar, maupun mengantisipasi potensi banjir perlu diterapkan lintas daerah.

Pakar perencanaan wilayah dan kota Universitas Bosowa (Unibos) Makassar Prof Dr Ir Batara Surya, MSi turut menyoroti penataan kota serta kemacetan yang terus terjadi di Makassar. Alhasil, dua persoalan tersebut mengganggu perputaran ekonomi. Batara Surya mencontohkan bangunan-bangunan atau pemukiman yang ada di sekitar DAS Jeneberang dan Tallo sudah seharusnya ditata.

”Dalam tata ruang kota, tidak ada satupun teori bahkan aturan yang membenarkan pemukiman dibangun di bantaran sungai,” katanya.

Dengan jumlah penduduk mencapai 1,5 juta jiwa, per 2019 dia mencatat sebanyak 127 sebaran pemukiman kumuh yang meningkat dari tahun 2017 yang hanya 103 titik. Maka ia berharap wali kota kedepan tidak hanya mampu menciptakan gagasan, tapi bagaimana mengeksekusi gagasannya itu. (nur)

KONTEN BERSPONSOR

Komentar

Saksikan video berikut: