Demi Anak Jadi Perwira Polisi, Warga Lampung Setor Rp1,8 Miliar

Rabu, 17 Juni 2020 14:00

Taruni Akpol yang telah lolos tes saringan awal dari mapolda masing-maising-- jawa pos

FAJAR.CO.ID, LAMPUNG — Seorang pria di Lampung Selatan menjadi korban penipuan seleksi Akademi Kepolisian (Akpol). Dia mengaku telah menyetor uang sebesar Rp1,8 miliar, demi anaknya lulus menjadi calon perwira polisi. Kabar itu pun sempat viral dan menjadi trending topic di twitter.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi III DPR Supriansa berpesan supaya masyarakat untuk tidak mudah terkena bujuk rayu dari orang yang menjanjikan kelulusan di Akpol.

“Sebaiknya masyarakat jangan gampang terpengaruh atas bujuk rayuan dari seorang yang menjanjikan untuk mengurus anaknya masuk Akpol,” ujar Supriansa kepada JawaPos.com, Rabu (17/6).

Politikus Partai Golkar ini mengatakan, Kapolri Jenderal Idham Azis sudah menegaskan, tidak ada negosiasi mengenai penerimaan Akpol. Seharusnya masyarakat juga mengerti tidak ada jalur-jalur khusus untuk menjadi Akpol.

“Kapolri sudah menegaskan tidak ada jalur negosiasi di luar aturan penerimaan Akpol. Itu bisa merusak citra institusi jika masih ada praktek percaloan,” ungkapnya.

Oleh sebab itu Supriansa menegaskan, oknum-oknum yang melakukan penipuan tersebut bisa diproses hukum‎. Hal itu karena bisa merusak citra dari institusi kepolisian.

“Karena selain merusak citra kepolisian juga berpotensi melakukan penipuan yang menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat,” katanya.

‎Diketahui, ‎seorang pria di Lampung Selatan kini menjadi korban penipuan. Karena dia telah menyetor uang sebesar Rp 1.8 miliar supaya anaknya lulus seleksi Akademi Kepolisian (Akpol).

Bagikan berita ini:
9
6
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar