Demokrat Tolak Bahas RUU HIP, AHY Jelaskan Ini

Rabu, 17 Juni 2020 11:26

Agus Harimurti Yudhoyono. Foto: Instagram agusyudhoyono

“Padahal, TAP MPR tersebut adalah landasan historis dalam membicarakan bagaimana Pancasila menjaga persatuan bangsa. Kita tidak lupa bagaimana sejarah membuktikan kelompok faham marxisme/komunisme di Indonesia pernah berusaha hancurkan Pancasila. Ini yang kami tangkap juga jadi keprihatinan keluarga besar TNI,” sebut pensiunan TNI berpangkat Mayor ini.

Oleh karena itu, AHY menyatakan bahwa partainya sepakat dengan berbagai organisasi sosial keagamaan seperti MUI Pusat, Nahdlatul Ulama hingga Muhammadiyah dan lainnya yang menangkap nuansa ajaran sekularistik atau bahkan ateistik. Salah satunya tercermin pada pasal 7 ayat 2 RUU HIP yang berbunyi ‘..ketuhanan yang berkebudayaan’.

Pasal ‘ketuhanan yang berkebudayaan’ ini seolah memuat upaya mengingkari kesepakatan yang dibuat pendiri bangsa untuk tetap memegang teguh NKRI berdasarkan semangat Ketuhanan Yang Maha Esa. Jika dibiarkan, ini berpotensi mendorong munculnya konflik ideologi hingga perpecahan yang jelas membahayakan keutuhan bangsa dan negara.

“Upaya memeras Pancasila jadi trisila/ekasila, juga jelas bertentangan dengan semangat Pancasila yang seutuhnya. Hal itu akan membuat negara ini hanya berpijak pada pilar sosial dan politik, bahkan hanya fokus pada urusan kegotongroyongan,” sambung putra sulung presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

Bagikan berita ini:
2
7
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar