Novel Baswedan: Dibebaskan Saja daripada Mengada-ada

Rabu, 17 Juni 2020 13:54

Dua penyiram Novel Baswedan Rahmat Kadir dan Ronny Bugis (Miftahul Hayat/Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Bagi Novel Baswedan, terlalu banyak kejanggalan dalam persidangan dua terdakwa penyiram air keras terhadap dirinya. Tuntutan ringan dari jaksa penuntut umum (JPU) juga dinilai tidak mencerminkan keadilan bagi dirinya sebagai korban.

Karena itu, menjelang sidang pembacaan putusan pekan depan, penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu tidak berharap banyak. Bahkan, Novel meminta majelis hakim untuk membebaskan kedua terdakwa: Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette. ’’Dibebaskan saja (dari segala tuntutan jaksa) daripada (terus) mengada-ada,’’ ujar Novel kemarin (16/6).

Pernyataan bernada pesimistis Novel itu merujuk pada banyaknya kejanggalan yang dipertontonkan selama persidangan. Dia pun meyakini kedua terdakwa yang merupakan oknum anggota Polri bukan pelaku penyerangan sebagaimana dakwaan jaksa.

’’Saya tidak yakin dua orang itu (Ronny Bugis dan Rahmat Kadir) pelakunya,’’ ucap mantan perwira Polri tersebut.

Novel mengaku belum mendapat argumen meyakinkan dari jaksa maupun penyidik yang menangani perkara tersebut terkait dengan korelasi pelaku dan alat bukti. Bahkan, dia mendapat keterangan saksi yang menyatakan bahwa dua anggota aktif Polri itu sama sekali tidak mirip dengan pelaku penyerangan. ’’Saksi-saksi yang melihat pelaku (penyerangan pada 11 April 2017) bilang bukan itu pelakunya,’’ ungkap dia.

Sejak awal, dia meminta penegakan hukum berjalan profesional sebagaimana mestinya. Secara pribadi, Novel telah memaafkan pelaku penyerangan meski belum mengetahui secara pasti siapa pelaku sebenarnya dalam peristiwa yang terjadi seusai salat Subuh itu. ’’(Penyerangan) bisa terjadi kepada siapa pun dan mengancam orang-orang yang berani berjuang,’’ tandasnya.

Bagikan berita ini:
9
6
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar