Pembangunan SPBU Tetap Berlanjut, Rekomendasi DPRD Bulukumba Diabaikan

Rabu, 17 Juni 2020 20:16

Foto: Istimewa

FAJAR.CO.ID, BULUKUMBA — Rekomendasi DPRD Bulukumba diabaikan oleh Pemkab Bulukumba. Lantaran pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tetap berlanjut.

Dalam rekomendasi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun 2019, semua fraksi DPRD sepakat untuk menghentikan pembangunan SPBU di jalan Samratulangi, Kelurahan Caile, Bulukumba.

Alasannya, pembangunan SPBU itu belum memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Apalagi, lokasi pembangunan SPBU itu sangat tidak layak. Sebab padat bangunan ruko sehingga potensi bahaya cukup besar

Namun, pemerintah tetap membiarkan dilakukan pembangunan. “Pemkab Bulukumba ini tidak disiplin, masak mereka berikan izin membangun sebelum terbit izin amdalnya,” ujar anggota DPRD Bulukumba, Muhammad Bakti.

Oleh karena itu, Ketua Fraksi Gerindra ini meminta eksekutif memperhatikan rekomendasi yang telah dilayangkan. Dia menilai pemerintah tidak menjalankan apa yang telah direkomendasikan.

Warga setempat, Muhammad Natsir Tjais, kembali menyurut ke DPRD Bulukumba. Dia mengeluhkan pembangunan SPBU yang terus berlanjut.

Mereka tidak sepakat karena selain bau, bahan bakar akan menghiasi udara. Termasuk potensi risiko bahaya lebih besar. “Kami kembali bersurat agar pembangunan SPBU dikaji kembali,” ujarnya.

Kepala Bidang Pelayanan Perizinan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bulukumba, Hamdani Kamal mengatakan, proses penerbitan izin SPBU tersebut pernah dipersoalkan. Beberapa tetangga tidak bersepakat.

Sehingga dilakukan mediasi dan dipertemukan di ruangan Bupati Bulukumba, AM Sukri Sappewali. “Saat itu tidak ada titik temu sehingga disepakati tetap berlanjut karena izin tetangga itu diperlukan agar bangunan tidak melewati batas tanah,” akunya.

Komentar