Ragam Kerusakan di Jeneponto saat Banjir dan Longsor, Tiga Orang Terjebak dalam Rumah dan Tewas

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JENEPONTO -- Peristiwa di malam yang mencekam itu tak terlupakan bagi warga Desa Rumbia, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto. Listrik tiba-tiba padam saat itu.

Selain listrik, sungai di sana tiba-tiba meluap ditambah dentuman longsor yang menghantam, Jumat malam (12/6/2020) lalu. Semuanya menangis histeris disertai ketakutan.

Sementara kucuran hujan yang sangat deras pun masih membasahi dataran tinggi Butta Turatea itu, hingga menimbulkan longsor. Total ada empat orang yang meninggal dunia, dan mayatnya telah ditemukan beberapa hari pasca kejadian.

Selain nyawa yang melayang, mereka yang masih selamat menanggung kerugian materil. Rumahnya rusak, bahkan ada pula rumah yang hilang akibat tertimbun material longsor.

"Total ada delapan rumah warga yang rusak. Di antaranya di kampung Belong, dan di kampung Paloe," kata Kabag Humas Pemkab Jeneponto, Mustaufiq Patta saat dikonfirmasi, Kamis (18/6/2020).

Rumah milik Cappa (30) misalnya yang terletak di kampung Belong, Dusun Bontoloe. Rumah kayunya rusak akibat terseret sekitar 50 meter, ke pinggir sungai. Tiang rumahnya roboh dengan tanah.

Masih di dusun yang sama. Rumah Daeng Buang (40) juga mengalami kerugian materil akibat rumahnya terseret banjir, saat sungai di dekat rumahnya meluap.

Ada juga Anci (40). Pria yang berprofesi sebagai petani ini sempat menahan rumahnya dari aliran sungai yang meluap, dengan cara diikat ke beberapa pohon.

"Saya ikat rumah saya pada beberapa pohon di belakang rumah saya, karena sungai ini meluap. Tapi ternyata, bukit di depan rumah saya ini meletus (longsor). Akhirnya rumah saya hancur," kata Anci kepada fajar.co.id.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan