Ratusan Massa Adang Ambulans yang Bawa Jenazah Covid-19, Tenaga Medis Terpaksa

Kamis, 18 Juni 2020 08:50

Ilustrasi. Ambulans yang membawa jenazah covid-19 ke pemakaman-- (SURYANTO PUTRA MUJI/RADAR SURABAYA)

FAJAR.CO.ID, SURABAYA — Penyidik di Polda Jawa Timur menyelidiki kasus pengadangan mobil ambulans yang membawa jenazah positif COVID-19 di Pamekasan, Jatim, beberapa waktu lalu.

Penyidik meminta keterangan dari pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Slamet Martodirjo.

“Langkah awal adalah memeriksa petugas medis pengantar jenazah untuk dilakukan pemulasaran yang kemudian diadang massa,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, di Surabaya, Rabu (17/6).

Setelah mendapat keterangan saksi mata, polisi juga akan memeriksa keluarga almarhum. Karena pihak keluarga dalam peristiwa tersebut turut mengawal dari rumah sakit saat jenzah hendak dimakamkan dengan protokol COVID-19.

“Tetapi, adanya pengadangan massa, jenazah diserahkan pihak rumah sakit ke keluarga di tengah jalan,” ujarnya pula.

Trunoyudo mengatakan berdasarkan laporan yang masuk sempat ada ancaman juga kepada petugas medis dari massa.

“Karena terkait dengan masalah KUHP atau tindak pidana umum dengan pemaksaan perbuatan tidak menyenangkan dengan cara ancaman yang akan kami lakukan proses terlebih dahulu,” katanya pula.

Sebelumnya, pada Jumat (12/6), ratusan orang mengadang mobil ambulans yang mengangkut jenazah pasien positif COVID-19 asal Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan.

Mereka meminta petugas medis dari RSUD dr Slamet Martodirjo Pamekasan agar menurunkan jenazah untuk dimandikan. Selain itu, massa juga meminta para petugas medis agar melepas baju hazmat yang digunakan.

Komentar


VIDEO TERKINI