Viral Ahli Waris Ditagih Biaya Pekuburan Rp50 Ribu Perbulan, Begini Penjelasan DLH

Ilustrasi pemakaman

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Keluhan seorang warga lorong 6, Jalan Muh. Yamin, Kota Makassar terkait biaya perawatan makam viral di media sosial.

Ahli waris yang mempertanyakan retribusi yang harus ia bayar sebanyak 50 ribu tiap bulannya. Dari pesan berantai yang beredar, bahwa jenazah Almarhum Haji Laode yang telah meninggal 13 tahun lalu dan dikuburkan di Pekuburan Sudiang.

“Tapi setiap bulan datang tagihan ke rumahnya Rp50 ribu dari pengelola kuburan katanya aturan ini dikeluarkan Pemkot Makassar. Padahal awal penggalian liang lahat pihak keluarganya sudah membayar sesuai aturan di pekuburan itu,” dalam pesan yang beredar.

Menanggapi hal tersebut, Kepala DLH Kota Makassar, Andi Iskandar menyebutkan, bahwa retribusi memang dikenakan bagi ahli waris untuk makam. Peraturan Daerah (Perda) yang berlaku di Kota Makassar untuk pembayaran retribusi sebanyak Rp50 ribu pertahun.

“Kalau untuk di DLH, retribusi yang dibayarkan oleh ahli waris itu 50 ribu per tahun, bukan 50 ribu per bulan,” ujarnya saat ditemui di Balai Kota Makassar, Rabu (17/6/2020).

Menurut Iskandar, retribusi ini sifatnya fleksibel, kadang ditagihkan langsung untuk per 5 tahun.

Apabila menemui kasus serupa, kata Iskandar, ia meminta masyarakat atau ahli waris untuk segera mengadukan hal tersebut ke pihaknya.

“Laporki ke dinas, kan di sana itu di kuburan ada pekerjanya kita, ada orang lain yang numpang cari makan di situ. Rata-rata yang cari makan numpang cari penghidupan di situ,” tuturnya. (ikbal/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

Komentar