Cegat Ambulans Tolak Ibunya Dimakamkan Sesuai Protap, Begini Kabarnya Sekarang

Jumat, 19 Juni 2020 21:41

SCREENSHOT

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Andi Baso Ryadi Mappasulle masih berharap penuh kepada pemerintah agar jenazah istrinya, Nurhayani Abram, dikembalikan ke pihak keluarga.

Hal itu setelah pihak Tim Gugus Tugas Covid-19 menetapkan status PDP terhadap almarhumah Nurhayani. Sementara Andi Baso meyakini, istri tercintanya itu meninggal hanya karena sakit stroke. Bukan karena Covid-19.

Andi Baso beserta anaknya, Andi Arni Esa Putri, berharap ke Gubernur Sulsel, agar bisa membongkar makam istrinya di Kabupaten Gowa, untuk dimakamkan di Bulukumba.

Namun Andi Baso hingga saat ini mengaku belum menerima kabar apa pun dari Gubernur soal permintaannya itu.

“Sampai hari ini menunggu jawaban Pak Gubernur. Kalau sampai hari Senin tidak ada tanda-tanda dari sana, kami sekeluarga bersamaan solidaritas bantuan hukum, akan rapat soal agenda hukumnya,” kata Andi Baso kepada fajar.co.id, Jumat (19/6/2020).

Dia mengaku berkali-kali telah bertemu dengan pemerintah provinsi, memohon pengembalian jenazah istrinya yang telah dinyatakan negatif.

“Pak Gubernur menerima saya langsung dan beliau bilang akan dikaji secepatnya untuk pemindahan jenazah almarhumah istri saya. Tetapi ini sudah dua minggu lebih, tidak sedikit pun komunikasi atau kabar dari dia,” tambahnya.

Sebelumnya video viral di media sosial, Andi Arni mencegat dengan cara menaiki mobil ambulans yang membawa jenazah ibunya, yang merupakan PDP dari pihak RS Bhayangkara.

Andi Arni saat itu menangis histeris di dalam bahkan sampai keluar rumah sakit. Berkali-kali dia meminta jenazah ibunya tidak dibawa oleh petugas yang memakai baju hazmat, untuk dimakamkan di pemakaman khusus jenazah Covid-19, di Kabupaten Gowa. Namun usahanya itu sia-sia.

“Ibu saya hanya sakit stroke. Bukan Covid-19. Almarhumah ibu saya memang sangat penurut dengan pemerintah soal pandemi ini. Jadi kami yakin, almarhumah ibu saya bukan karena virus itu,” kata Andi Arni. (ishak/fajar)

Bagikan berita ini:
10
3
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar