Marahi Ibu-ibu Pengedar Narkoba, Bu Risma: Jangan Jelek-jelekkan Anak Saya

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, SURABAYA - Barang bukti narkoba hasil ungkap mulai Januari hingga Juni 2020 dimusnahkan menggunakan alat incinerator di halaman Mapolrestabes Surabaya, Kamis (18/6) pagi.

Sebanyak 145,274 kilogram sabu-sabu (SS), 22 ribu pil ekstasi, 4.200 pil happy five, pil xanax 36 butir, serta 6,5 juta butir pil LL dihancurkan bersamaan. Total keseluruhan nilai barang bukti tersebut mencapai Rp 150 miliar.

Sebanyak 500 kasus narkoba berhasil diungkap dan 693 tersangka ditangkap oleh jajaran Satresnarkoba Polrestabes Surabaya. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ikut hadir untuk mengapresiasi dan melihat langsung proses pemusnahan barang bukti narkoba itu.

Bahkan, Risma sempat berbincang dengan beberapa tersangka didampingi Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Jhonny Edison Isir. Risma sempat menanyai dua dari tiga tersangka perempuan di antara mayoritas tahanan laki-laki itu. Risma bahkan memarahi kedua ibu rumah tangga itu.

Risma menanyakan perasaan salah satu tersangka pengedar jika mempunyai anak pecandu narkoba. "Ini bisa merusak anak-anak (Surabaya) saya. Bayangkan bagaimana jika yang menggunakan anak, bapak, ibu atau saudara kalian,'' tuturnya.

Risma sempat bertanya ke salah satu tersangka bagaimana perasaan orang tuanya setelah tahu anaknya menggunakan narkoba dan ditangkap. "Oran gtua kalian pasti sedih juga melihat anaknya seperti ini. Bagaimana dengan kalian?'' tanya Risma.

Wali kota dua periode itu juga mendapati salah satu tersangka menggunakan masker bertuliskan Bonek. Ia langsung marah dan memintanya mencopot masker tersebut dan diganti dengan masker yang dibawanya. "Jangan jelek-jelekkan anak saya, Bonek, " tegasnya.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Jhonny Edison Isir mengatakan, pemusnahan barang bukti itu merupakan salah satu komitmen Polrestabes Surabaya dalam memberantas narkoba. Semua barang bukti senilai ratusan miliar tersebut dimusnahkan tanpa kecuali.

"Ini sebagai bentuk komitmen penuh kepolisian terhadap pemberantasan narkoba. Ini juga menunjukkan integritas kami untuk memberantas narkoba dan peredarannya," ujarnya.

Selain pengungkapan kasus narkoba, pihak kepolisian juga akan membuat Kampung Tangguh Narkoba. Dengan begitu, akan ada keikutsertaan masyarakat dalam hal pencegahan narkoba di wilayahnya masing-masing. "Sehingga pencegahan bisa dilaksanakan secara efektif," jelasnya.

Acara dihadiri pula oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Jatim, Forkopimda Surabaya, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan aktivis. (jpg/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan