Tangan Pacar Diikat, 2 Pria Mengaku Intel Leluasa Berbuat Terlarang kepada Bunga

Jumat, 19 Juni 2020 13:59

Ilustrasi pemerkosaan

FAJAR.CO.ID, SUMBAWA — Seorang pelajar di salah satu sekolah di Kota Sumbawa menjadi korban pemerkosaan. Bunga (bukan nama sebenarnya, red) digilir dua pelaku yang mengaku aparat.

Bunga dipaksa melayani nafsu bejat kedua orang itu saat berduaan dengan pacarnya di pinggir pantai di kawasan SAMOTA. Informasi yang dihimpun, kasus dugaan pemerkosaan ini terjadi Jumat (12/6) siang. Bunga dan pacarnya berinisial YD sedang duduk di pinggir pantai di kawasan SAMOTA.

Mereka didatangi seseorang penjaga. Pria tersebut kemudian menanyakan apakah kedua ABG ini memiliki handphone atau tidak. Namun, Bunga menjawab dia tidak memiliki handphone.

Setelah itu, muncul dua orang pria dari balik batu karang. Satu di antaranya menggunakan topi, sementara seorang lainnya menggunakan masker. Keduanya mengaku aparat kepada penjaga kandang. Saat ditanya lebih detail, kedua pria itu hanya menjawab mereka dari intel. Akhirnya, penjaga kandang itu meninggalkan lokasi.

Lalu dua orang yang mengaku intel ini mengajak pasangan kekasih tersebut menjauh dari lokasi pertama. Bunga dan pacarnya berinisial YD dipisahkan.

Seorang pelaku menggiring YD jauh dari lokasi Bunga. Kemudian, terduga pelaku itu meminta YD untuk melepas semua pakaian yang dia kenakan. Tidak hanya itu, tangan YD diikat menggunakan bajunya. YD lalu disuruh berjalan hingga ke laut.

Sementara pelaku lain yang bersama Bunga mengancam menggunakan parang. Karena takut, Bunga hanya bisa menyilangkan tangannya di dadanya. Untuk melindungi kunci motor dan handphone yang disembunyikan di dalam bajunya.

Bagikan berita ini:
8
1
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar