Wabah Corona, Sri Mulyani: Ekonomi dan Keuangan Syariah Alami Dampak

Jumat, 19 Juni 2020 21:25

Menteri Keuangan Sri Mulyani-- jawa pos

FAJAR.CO.ID,JAKARTA–Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Indonesia Sri Mulyani Indrawati menyatakan pandemi Covid-19 telah berpengaruh besar pada sektor ekonomi dan keuangan.

Wabah Corona, menurut Sri Mulyani, telah menimbulkan gejolak di bidang pasar uang dan ekonomi yang serba-tidak pasti.

Hal itu disampaikan Sri Mulyani pada acara Halalbihalal dan Silaturahmi Nasional IAEI melalui video confrence, yang diikuti Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso dan perwakilan Dewan Pimpinan Wilayah IAEI, Jumat (19/6).

“Ancaman Covid telah terlihat sangat nyata. Pada kuartal satu, pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami pelemahan menjadi 2.97 persen. Memang masih positif, namun lebih rendah daripada pertumbuhan ekonomi yang biasanya di atas lima persen,” ucap Sri Mulyani.

Menurut Ani -sapaan Sri Mulyani, pada kuartal kedua sejalan dengan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berjalan lebih luas, pemerintah juga menjaga agar pandemi ini tidak menimbulkan masalah baru, yaitu krisis keuangan. Salah satunya krisis pada sektor ekonomi dan keuangan syariah.

Perempuan yang menyandang predikat menteri keuangan terbaik sedunia itu pun meminta IAEI sebagai organisasi akademisi dan praktisi ekonomi dan keuangan syariah, turut berperan aktif pulihkan ekonomi terdampak Covid-19.

“Ekonomi dan keuangan syariah juga mengalami dampak yang tidak ringan. Oleh karena itu saya meminta kepada seluruh jajaran dan anggota IAEI untuk turut berkontribusi mengatasi dampak pandemi Covid-19 kepada seluruh lapisan masyarakat,” tandas menteri keuangan RI itu.(fat/jpnn)

Komentar