Dexamethasone Dinilai Ampuh Obati Covid-19, Ketua Satgas Covid-19 Farmasi Unhas Khawatirkan Hal Ini

Sabtu, 20 Juni 2020 15:35

Ilustrasi

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyambut hasil uji klinis awal dexamethason. Disebutkan bahwa Dexamethasone mampu mengurangi sepertiga kematian pasien yang menggunakan ventilator. Dan seperlima kematian pasien dengan bantuan oksigen.

Obat yang banyak digunakan di United Kingdom (UK) atau Inggris pun sudah tersedia di Kota Makassar dan telah digunakan oleh dokter dalam menangani pasien covid-19. Bahkan keberadaannya sangat mudah ditemui di apotek ataupun toko obat.

Mudahnya mendapat obat tersebut membuat Ketua Tim Satgas Covid Fakultas Farmasi Unhas, Yusnita Rifai khawatir. Menurutnya, kelangkaan obat bisa terjadi jika ada panic buying yang sering terjadi di masyarakat seperti kasus obat chloroquine.

“Padahal kan RS juga membutuhkan itu, terus juga obat itu mudah sekali didapat di mana-mana, tidak hanya di apotek-apotek RS, tapi juga toko obat biasanya dijual tanpa resep dokter, itu yang kami khawatir,” ujarnya, Sabtu (20/6/2020).

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya hanya akan memberikan obat tersebut sesuai resep dokter dan tidak dijual secara bebas.

“Misalnya ada yang datang mau diperiksa kita tida berikan, itu kesepakatan teman-teman di apotek dan dokter-dokter karena khawatirnya nanti dipergunakan tidak sesuai dengan kondisi pasien,” ucap Yusnitas.

“Karena ini kan kondisi berat baru bisa dipakai. Covid-19 kan ada beberapa gejala, ringan, berat, berat. Kalau berat kan biasa isolasi mandiri di rumah, kalau sedang bawa ke RS itu belum diberikan juga dengan pertimbangan belum masuk ke paru-paru virusnya. Kalau sudah masuk ke gejala berat kalau sudah membutuhkan ventilator nah itu baru bisa diresepkan ke pasien,” sambungnya.

Bahkan, kata Yusnita, obat tersebut memiliki efek samping jika dikonsumsi tidak dengan resep dokter dan penggunaan dalam jangka panjang.

“Efek sampingnya itu bisa menimbulkan wajah bengkak, bahkan bisa menurunkan imun kita,” terangnya.

Untuk itu dirinya meminta kepada masyarakat agar tidak perlu melakukan panic buying, jangan membeli tanpa resep dokter. cukup dijadikan literatur saja. (ikbal/fajar)

Komentar