Fokus Tekan Biaya Produksi, Kementan “Alihkan” Petani Tanam Bawang Merah Biji

Sabtu, 20 Juni 2020 18:48

FOTO: ISTIMEWA

FAJAR.CO.ID — Ketersediaan dan harga pangan menjadi isu penting pada masa new normal, di tengah sinyalemen menurunnya daya beli masyarakat sebagai imbas pandemi Covid-19.

Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan berbagai upaya untuk memastikan produksi pangan cukup memenuhi kebutuhan nasional serta terjangkau oleh masyarakat, termasuk komoditas non substitusi bawang merah. Untuk menggenjot produksi ditengah kenaikan harga benih asal umbi pada musim tanam tahun ini, penggunaan benih biji menjadi pilihan terbaik.

Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto saat dihubungi (20/6) menegaskan pihaknya intensif mendorong penanaman bawang merah sekaligus memberikan stimulus APBN di daerah-daerah pengembangan baru.

“Kita dorong pengembangan bawang merah terutama di pulau-pulau atau daerah yang selama ini dipetakan defisit. Tujuannya agar daerah tersebut mampu memproduksi, setidaknya untuk kebutuhannya sendiri. Lebih bagus kalau bisa mendukung pasokan wilayah sekitarnya,” ujar pria yang akrab disapa Anton tersebut.

Menurut Anton, bulan ini para petani bawang merah di berbagai sentra utama seperti Brebes, Pantura Jawa dan Nganjuk sedang memasuki musim tanam raya. Ditengah kekhawatiran tingginya harga benih bawang merah, pihaknya mendorong petani untuk menanam benih biji atau dikenal dengan True Shallot Seed (TSS).

“Harga benih biji jauh lebih murah, produktivitasnya juga bagus. Memang butuh upaya dan waktu ekstra dibanding pakai benih umbi. Tapi ini adalah solusi di tengah mahalnya harga benih umbi bawang merah belakangan ini,” tandasnya.

Bagikan berita ini:
7
9
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar