Ingin Pindahkan Jenazah Istri dari Pemakaman Covid-19, Andi Baso Tak Mau Tunggu Pandemi Berakhir

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR - Andi Baso Ryadi Mappasulle, suami yang masih setia yang menunggu jenazah istrinya, Nurhayani Abram untuk dipindahkan kepemakaman keluarga, di Kabupaten Bulukumba.

Andi Baso mengaku tak sabar mendengar jawaban dari Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah dalam waktu dekat, setelah meminta permohonan makam istrinya di pemakaman jenazah Covid-19 untuk dibongkar.

Dia pun tak ingin menunggu lama, termasuk menunggu pandemi Covid-19 ini berakhir agar makam istri tercintanya dipindahkan.

"Siapa yang bisa tahu kapan pandemi berakhir? Di Sukabumi ada dimakamkan dengan protokol covid-19 karena status PDP. Setelah hasil swabnya negatif, kuburannya digali dan jenazahnya dipindahkan ke pekuburan keluarga," curhat Andi Baso kepada Fajar.co.id, Sabtu (20/6/2020).

Dia bersama anaknya, Andi Arni Esa Putri yang pernah mencegat ambulans di RS Bhayangkara, Kota Makassar saat jenazah ibunya dibawa paksa oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 ingin permintaannya dikabulkan secepatnya.

"Kami keluarga tidak akan terima kalau alasannya nanti pandemi berakhir, lalu jenazah almarhumah Istri saya mau dipindahkan," terang dia.

Dia mengaku berkali-kali telah bertemu dengan pemerintah provinsi, memohon pengembalian jenazah istrinya yang telah dinyatakan negatif.

"Pak Gubernur menerima saya langsung dan beliau bilang akan di kaji secepatnya untuk pemindahan jenazah almarhumah istri saya. Tapi ini sudah dua minggu lebih, tidak sedikit pun komunikasi atau kabar dari dia," tambah dia.

Anak kandungnya, Andi Arni sempat mencegat dengan cara menaiki mobil ambulans yang membawa jenazah ibunya, yang dianggap PDP oleh pihak RS Bhayangkara.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan