Bahas PKPU Pilkada 2020, DPR Minta Kampanye Jangan Terlalu Dibatasi

Senin, 22 Juni 2020 08:56

Ilustrasi kampanye

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Aturan dan metode dalam kampanye Pilkada Serentak 2020 sebaiknya dilonggarkan. Sebab kampanye merupakan cara paling efektif menyampaikan visi dan misi para calon.

Politisi Golkar Zulfikar Arse Sadikin mengatakan Komisi II DPR akan membahas Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Pilkada Serentak 2020 terkait protokol kesehatan COVID-19, pada Senin (22/6). Dalam kesempatan tersebut dia mengusulkan agar aturan kampanye dalam Pilkada jangan terlalu dibatasi. Terutma terkait alat peraga kampanye (APK) dan pertemuan dengan pemilih.

“Terkait metode kampanye jangan terlalu ada pembatasan, terutama terkait APK dan pertemuan antara kandidat dengan pemilih agar tetap ada ruang yang cukup bagi pasangan calon dan masyarakat untuk saling meyakinkan,” katanya dalam keterangannya, Minggu (21/6).

Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Golkar ini mengatakan dalam PKPU Pilkada yang akan dibahas tersebut, dijelaskan metode kampanye melalui pertemuan hanya boleh diikuti 20 orang.

Jumlah 20 orang dalam kampanye dinilainya terlalu sedikit. Sebab metode pertemuan seperti tatap muka dan terbatas, sangat efektif bagi paslon dan pemilih untuk saling berinteraksi memperdalam agenda yang ditawarkan.

Bagikan berita ini:
6
8
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar