Data Pasien Covid-19 Dijual di Situs Gelap, Menkominfo: Polri Tidak Tolelir Kejahatan Siber

Senin, 22 Juni 2020 10:36
Belum ada gambar

Foto : Iwan tri wahyudi/ FAJAR INDONESIA NETWORK : Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny Gerard Plate ...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah menjamin keamanan data pasien COVID-19. Dipastikan tak ada kebocaran data menyusul informasi mengenai dugaan data COVID-19 diretas dan dijual di situs gelap.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menegaskan tidak ada data yang bocor dari aplikasi PeduliLindungi. Dia juga menyebutkan tak ada data pasien COVID-19 yang bocor.

“Setelah dilakukan asesmen dan evaluasi keamanan secara menyeluruh, PeduliLindungi aman dan tidak ada kebocoran data,” katanya, Minggu (21/6), menanggapi informasi dugaan data COVID-19 diretas dan dijual di situs gelap.

Dijelaskan Johnny, hasil pemeriksaan tersebut tidak untuk dipublikasikan. Dalam pemeriksaan tersebut, pihaknya menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk menelusuri dugaan kebocoran data COVID-19 Indonesia.

“Keamanan data COVID-19 akan terus dijaga dan keamanan sistem juga terus ditingkatkan,” kata Johnny.

Selain itu, dia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan “unethical hacking”, meretas untuk mencuri data misalnya. Menurutnya hal tersebut merupakan pelanggaran hukum, baik di Indonesia maupun negara lainnya.

“Polri tidak akan mentolerir kejahatan di ruang siber,” tegasnya.

Senada ditegaskan Juru Bicara BSSN Anton Setiawan. Dia mememastikan tidak ada akses tidak sah yang berakibat kebocoran data pada sistem elektronik dan aset informasi aktif penanganan pandemi COVID-19.

“Kami telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas untuk memastikan bahwa tidak ada akses tidak sah yang berakibat kebocoran data pada sistem elektronik dan aset informasi aktif penanganan pandemi COVID-19,” bebernya.

Bagikan berita ini:
6
2
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar