Beras Berkutu, Telur Busuk, Suplier BPNT Diperiksa Polisi

Selasa, 23 Juni 2020 08:58

Ilustrasi BPNT

FAJAR.CO.ID, BONE– Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) banyak diprotes warga. Kualitas sembako yang dibagikan tak layak konsumsi.

Salah seorang penerima bantuan, RS, mengaku beras yang dibagikan harusnya kualitas premium. Justru yang diterima adalah beras yang tidak layak konsumsi.

“Berasnya berkutu, kemudian berbau dan lapuk,” ujarnya seperti dikutip dari Harian Fajar (Fajar Indonesia Network Grup), Senin (22/6/2020).

Belum lagi telur busuk yang dibagikan kepada para Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Warga Desa Gona, Kecamatan Kajuara mengeluhkan telur yang dibagikan, sebab busuk.

“Pernah kami terima telur busuk. Bukan cuman saya tetapi warga lainnya juga. Telur itu kami kembalikan lagi ke agen,” sambung salah seorang warga Desa Gona, IK Senin, 22 Juni.

Program BPNT sendiri sudah diselidiki Satreskrim Polres Bone. Suplier sudah dimintai keterangan sekaitan penyaluran BPNT tersebut.

“Suplier BPNT atas nama Lukman yang telah kita ambil keterangannya,” kata Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Ardy Yusuf.

Kata dia, pemanggilan terhadap suplier BPNT baru sebatas klarifikasi terkait dengan adanya keluhan masyarakat. Mulai dari penyaluran, volume bantuan, hingga kualitas sembako.

“Ini baru klarifikasi terkait dengan adanya warga yang mengeluhkan kulitas bantuan pangan non tunai,” tambahnya.

Suplier BPNT dari CV Anugerah, Lukman, membenarkan telah menjalani pemeriksaan di Polres Bone. Polisi mengira CV Anugerah yang menangani semua penyaluran BPNT di Bone. “Tetapi faktanya, ada penyalur lain. Ada suplier liar yang menggarap beberapa kecamatan di Bone,” ujarnya.

Lukman sendiri mengaku, sesuai SK Dinas Sosial Provinsi Sulsel, hanya perusahaannya yang berhak mendistribusikan bantuan pangan ke kelompok penerima manfaat. Itu tersebar pada 27 kecamatan di Kabupaten Bone. (gun/dir)

Bagikan berita ini:
9
5
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar