Bidan dan Perawat Dipaksa Tengkurap di Angkot 4 Jam, Pelaku Leluasa Berbuat Terlarang

Rabu, 24 Juni 2020 09:51

Korban perampokan dalam angkot saat membuat laporan ke Polsek Cimanggis, Senin (22/6). -- DICKY/RADAR DEPOK

FAJAR.CO.ID, DEPOK — Aksi perampokan kembali terjadi di Kota Depok, Jawa Barat. Kali ini korbannya dua perempuan yang berprofesi sebagai bidan dan perawat di Rumah Sakit Tumbuh Kembang. Kedua korban disekap di dalam angkot selama empat jam, dan barang-barang berharga dirampas.

Korban bernama Susilawati Ramadhanti mengatakan, pada saat pulang dinas, dia bersama temannya yakni Riasudi Putri menunggu angkot 41 jurusan Kampung Rambutan menuju arah Citeureup, Kabupaten Bogor. “Pada saat naik ada dua orang penumpang bapak-bapak,” ujar Susilawati seperti dilansir Radar Depok, Senin (22/6).

Saat itu, Susilawati tidak merasa curiga karena dia dan Riasudi duduk di dekat pintu. Pada saat Riasudi hendak turun, sopir angkot tidak menghentikan laju kendaraan. Tiba-tiba kedua korban didorong dan disuruh tengkurap di bawah alas angkot dengan ancaman senjata tajam berupa pisau dan gunting oleh dua penumpang bapak-bapak tersebut.

Selama dalam penyekapan, anggota tubuh kedua korban ditutupi dengan kain. Korban pun tidak mengetahui arah kendaraan yang membawanya bersama pelaku. Pada saat Susilawati berusaha bergerak, dia dipukul pada bagian kepala dan kaki. Namun sesekali dia melihat ke bagian jendela yang terbuka, dan melihat tulisan Rumah Sakit Annisa.

“Kaki pelaku ada di badan kami, apabila kami bergerak pelaku tidak segan untuk menendang ke bagian tubuh yang bergerak,” ungkap Susilawati.

Bagikan berita ini:
5
2
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar