Ibadah Haji Tetap Digelar, Ini Pernyataan Resmi Kerajaan Arab Saudi

ILUSTRASI: Jamaah haji 2019 saat tawah di Masjidilharam, Makkah. (PPIH Arab Saudi/Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Menteri Urusan Haji Arab Saudi, Mohammad Benten mengatakan, bahwa ibadah haji tahun ini bakal dibuka lagi secara terbatas dan hanya untuk sekitar 1.000 jemaah yang sudah berada di dalam negeri. Kuota haji itu tidak termasuk jemaah yang berasal dari luar Arab Saudi.

“Jumlah jemaah akan sekitar 1.000, mungkin kurang, mungkin lebih sedikit. Angkanya tidak akan sepuluh ribu atau ratusan ribu,” kata Benten kepada wartawan di Riyadh diberitakan AFP, Selasa (23/6) waktu setempat.

Benten menambahkan, pemerintah bakal menimbang berbagai misi diplomatis buat memilih jemaah asing yang tinggal di dalam negeri dan memenuhi kriteria kesehatan untuk diizinkan menjalankan haji.

Bukan cuma kuota yang dibatasi, Menteri Kesehatan Arah Saudi, Tawfiq al-Rabiah juga menjelaskan ibadah haji hanya dilakukan untuk jemaah berusia di bawah 65 tahun dan tidak memiliki riwayat penyakit kronis.

“Jemaah akan dites Covid-19 sebelum memasuki Mekkah dan harus menjalani karantina setelah ibadah,” ujarnya.

Arab Saudi membuka kembali ibadah haji di tengah status penyebaran Covid-19 yang melonjak di dalam negeri. Sejauh ini Arab Saudi merekam lebih dari 164 ribu kasus positif dengan angka kematian nyaris 1.350 orang.

Keputusan itu menuai berbagai respons dari Muslim di seluruh dunia, tidak terkecuali Indonesia. Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan keputusan itu sejalan dengan pemerintah Indonesia yang meniadakan ibadah haji pada tahun ini karena pandemi.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar