Password Yudiu

Rabu, 24 Juni 2020 08:31

Dahlan Iskan -- UGM

Oleh Dahlan Iskan

FAJAR.CO.ID — Pun anak Anda: akan selalu melihat bapaknya. Meski pun sang bapak sedang di tempat yang jauh.

Contohnya anak kecil Yudi Utomo (Yudiu) ini. Yang setelah besar kelak menjadi ahli nuklir lulusan Amerika. Yang sekarang menjadi direktur utama salah satu perusahaan –di grup yang saya dirikan.

Waktu ia masih SD bapaknya mendapat beasiswa di New York. Selama 6 tahun. Sampai meraih gelar doktor. Di New York University.

Sang bapak tidak boleh membawa keluarga.

Tapi Yudiu ikut ke New York –dalam khayalannya. Ia cari bacaan tentang kota itu. Tentang Amerika Serikat. Tentang pesawat terbang. Tentang makanan di sana. Tentang apa pun menyangkut Amerika.

Belum ada internet. Belum ada Google. Ia harus rajin ke perpustakaan di kotanya, Jogja. Ayahnya dosen di Universitas Gadjah Mada. Tinggalnya di kompleks perumahan dosen.

Yudiu juga rajin ke toko buku. Belum ada Gramedia yang sekarang menjadi raja buku di Jogja. Baru ada Gunung Agung.

”Waktu SD pun saya sudah hafal seluruh negara bagian di Amerika,” ujarnya. ”Hafal juga semua ibu kotanya,” tambahnya.

Peta Amerika ia kuasai. Peta kertas itu. Saat matanya sampai ke titik kota New York ia lebih lama memandang titik itu. ”Di sini bapak saya,” katanya dalam hati.

Komentar