Sindir Survei Gibran di Pilkada Solo, Politisi Demokrat: Itu Anak Presiden Bukan Lurah

  • Bagikan
Putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon wali kota Surakarta di kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, yakni di Panti Marhaen Semarang, pada Kamis (12/12/2019) siang.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Nama Gibran Rakabuming Raka menjadi salah satu calon kuat di Pilkada Kota Solo 2020. Bahkan dalam sebuah survei, putra sulung Presiden Joko Widodo memiliki elektabilitas tertinggi.

Survei Solo Raya Polling mengatakan 55 persen responden memilih Gibran jika pilkada dilaksanakan sekarang Juni 2020. Sementara calon kuat lainnya, Achmad Purnomo hanya dipilih 36 persen responden.

Di tengah pandemik, Purnomo dipersepsikan oleh masyarakat kurang banyak turun. Beda dengan Gibran yang lebih masif, terjun langsung ke lapangan.

Hasil ini kemudian disoroti salah satu politisi Demokrat. Deputi Balitbang DPP Partai Demokrat, Syahrial Nasution menyebutkan survei tersebut kurang tepat.

Seolah, dipersepsikan elektabilitas Gibran baru bisa naik atau dia bisa jadi walikota Solo, karena pandemik corona.

“Maksud tukang survei ini, supaya Gibran bisa jadi walikota maka Solo harus terancam corona terus?” kata Syahrial Nasution lewat akun @syahrial_nst, Rabu (24/6/2020).

“Usaha sih boleh, tapi yang cerdaslah. Ini kan menyangkut anaknya Pak Jokowi, saat ini Presiden RI, bukan lurah,” ujar Syahrial Nasution di twit yang sama.

Selain pandemik Covid-19, lembaga survei Solo Raya Polling memotret, faktor lain yang membuat elektabilitas Gibran naik adalah karena pernyataan Achmad Purnomo yang mengajukan pengunduran diri dari Pilkada Solo 2020.

Sebanyak 18 persen responden menilai langkah tersebut biasa saja, 10 persen menilai positif, 4 persen warga menilai tidak bijaksana, dan 67 persen menilai kurang bijaksana.(msn/fajar)

  • Bagikan