Soal Bank BUMN Gunakan Dana ‘Titipan’ untuk Investasi, Begini Respons Sri Mulyani

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID-- Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menempatkan dana senilai Rp 30 triliun dari Bank Indonesia (BI) ke perbankan pelat merah. Ini dilakukan guna mempercepat pemulihan ekonomi nasional imbas wabah Covid-19.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, penempatan uang negara di bank pelat merah itu diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 70/PMK.05/2020 tentang Penempatan Uang Negara di Bank Umum dalam Rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Sri Mulyani menegaskan, kucuran dana tersebut hanya boleh dimanfaatkan untuk kebutuhan dalam mendorong sektor riil.

Sehingga diharapkan bank-bank BUMN dapat mengelola dana tersebut untuk menyalurkan kredit ke dunia usaha dengan tingkat suku bunga yang rendah. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itupun berpesan kepada para pimpinan Himbara untuk tidak menggunakan dana itu untuk investasi dengan membeli Surat Berharga Negara (SBN).

“Jadi ada larangan, yaitu uang tersebut tidak boleh untuk membeli Surat Berharga Negara dan tidak boleh untuk transaksi valas atau pembelian valas. Jadi, dana ini khusus mendorong ekonomi sektor riil,” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Istana Presiden, Jakarta, Rabu (24/6).

Sri Mulyani melanjutkan, Dirjen Perbendaharaan akan melakukan perjanjian kerja sama dengan para CEO bank BUMN. Penggunaan dana itu akan dipantau secara berkala tiap tiga bulan.

“Bapak Presiden minta kami berdua dan didukung BPKP untuk lihat evaluasi penggunaan dana itu mendorong sektor riil per tiga bulanan,” jelasnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Edy Arsyad


Comment

Loading...