Wacana PSBB Jilid 3 di Makassar Dibantah Gubernur Sulsel

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Beredarnya kabar terkait akan diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid 3 di Kota Makassar dibantah oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah.

Menurutnya, terjadi kekeliruan terhadap peraturan di Kota Makassar. Sehingga, kata dia, pihaknya akan menyiapkan skenario baru dalam menekan penyebaran virus corona khusunya di Kota Makassar yang menjadi episentrum penyebaran.

"PSBB saya kira tidak, nggak mungkin juga kita mengatakan PSBB transisi. Tetapi mungkin ada skenario lain yang kita coba pikirkan, tapi tunggu aja ya, ada gebrakan baru," bebernya di depan awak media, Rabu (24/6/2020).

"Jadi sekarang ini, kalau kita lihat Makassar memang ada sedikit kekeliruan karena setelah PSBB kita tidak disiapkan peraturan wali kota untuk membuat skenario. Mungkin pada tanggal sekian apa yang kita buka, kapasitasnya seperti apa, supaya ini betul-betul secara sistematis bisa kita lakukan," lanjutnya.

Mantan Bupati Bantaeng itu mengaku selain tidak adanya Perwali yang mengatur usai penerapan PSBB jilid 2 digelar, tingkat survei kepatuhan masyarakat Kota Makassar juga turun drastis.

"Terakhir waktu kita PSBB tingkat kepatuhan itu masih 60 persen, namun yang mengkhawatirkan kita, hasil survei terakhir tingkat kepatuhan saat ini tinggal 30 persen, ini kan berbahaya," beber Nurdin Abdullah.

Menurutnya, persoalan penanganan dan pencegahan Covid-19 tidak hanya dapat mengandalkan Pemerintah Provinsi melainkan dibutuhkan kerja sama, sinergi antar Pemkot, dan terlebih masyarakat.

"Jadi bagaimana caranya Makassar ini kita coba atasi cepat, karena 80 persen kasus Covid itu ada di Makassar. Makanya kita ingin betul-betul Makassar ini kita harus bareng dan sekarang kita sudah buat skenario-skenario untuk kita lakukan bersama," tutupnya. (anti/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan