Alkes Covid-19 Gowa Diduga Bersoal, Polisi Periksa Perusahaan Penyedia

Grafis alokasi penggunaan dana Covid-19 di RSUD Syekh Yusuf Gowa.

FAJAR.CO.ID, GOWA — Dokumen pengadaan alat kesehatan (alkes) penanganan dan pencegahan coronavirus desease (covid-19) di RSUD Syekh Yusuf Gowa mulai ditelisik kepolisian.

Penyidik Subdit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Ditreskrimsus Polda Sulsel sudah meminta keterangan penyedia jasa alat kesehatan.

Kasubdit Tipikor Polda Sulsel, Kompol Rosyid Hartanto mengatakan, penyelidikan terkait dugaan korupsi anggaran covid-19 di RSUD Gowa terus berlanjut. Penyidik mulai meminta klarifikasi dari berbagai pihak.

“Hari ini (kemarin, red) penyidik sedang meminta keterangan dari penyedia alkes. Belum ada laporannya saya terima. Kita masih pulbaket,” katanya saat ditemui di Polda Sulsel, Rabu, 24 Juni.

Hanya saja, pihaknya belum bisa membeberkan terlalu jauh. Sebab, masih tahap klarifikasi.

“Kalau sudah sidik, pasti kami buka. Ini masih meminta keterangan klarifikasi, jadi belum bisa berikan keterangan lebih,” ungkapnya.

Terkait siapa saja yang akan dipanggil untuk dimintai keterangan, ia bilang masih menunggu hasil klarifikasi terlebih dahulu.

Jika selesai, penyidik akan mengatur jadwalnya. Hanya saja, berdasarkan pengaduan masyarakat (dumas) yang diterima, ada dugaan markup pengadaan alkes di RSUD Gowa.

Alokasi anggaran yang digunakannya bersumber dari dana penanganan dan pencegahan covid-19. Selain itu, insentif petugas Satgas Covid-19 juga sangat kecil.

“Berdasarkan Dumas, insentifnya hanya Rp57 ribu. Semua masih diklarifikasi. Meski nantinya, pemberian insentif itu sudah disesuaikan saat penyelidikan ini. Kami akan tetap melanjutkan. Karena kami tahu lah. Apalagi itu bukan rujukan kami,” imbuhnya.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar