Soal Sikap Politik Danny, Aru: Komitmennya Tidak Bisa Dipegang

Farouk M Betta

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — DPD II Golkar Makassar akhirnya mengungkap perilaku bakal calon wali kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto. Secara garis besar, mantan wali kota Makassar itu dinilai tidak beretika.

Penilaian tersebut menyusul setelah mengunci pasangannya dengan Fatmawati Rusdi pada Pilwalkot Makassar tahun ini. Ketua DPD II Golkar Makassar, Farouk M Betta, pun angkat bicara.

Ia menegaskan, tidak mempermasalahkan dengan siapa Danny berpasangan. Hanya saja, Danny mesti menjaga komitmen dan etika dalam berpolitik.

“Apalagi sebelumnya, Danny menawarkan diri ingin menggandeng kader Golkar sebagai pasangan. Dia yang datang menawari, dia pula yang pergi tanpa kabar,” beber Aru, sapaan karib Farouk.

Menurut dia, tak ada masalah Danny Pomanto berpasangan dengan siapa, pihaknya sangat menghargai. “Tetapi dalam politik harusnya etika politik dijaga, apalagi Danny yang menawarkan diri ingin berpaket dengan kader Golkar,” tegasnya.

Keinginan Danny, lanjut Aru, menggandeng kader Golkar bahkan disampaikannya saat deklarasi di Celebes Convention Centre medio Maret silam. Jika benar Danny telah berkomitmen dengan kandidat lain, maka Aru menegaskan, sikap ini semakin menguatkan opini selama ini bahwa Danny memang bukan pemimpin yang bisa dipegang komitmen dan sikapnya.

“Tidak masalah, tetapi ini semakin menguatkan opini bahwa Pak Danny bukan orang yang komitmen, komitmenya tidak bisa kita pegang. Hari ini bisa membangun komitmen, besok lain lagi,” terang mantan Ketua DPRD Makassar itu. (taq)

KONTEN BERSPONSOR

Komentar