Tarik Ulur Koalisi Parpol di Makassar

Kamis, 25 Juni 2020 15:58

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Koalisi partai Nasdem yang mengusung Danny Pomanto di Pilkada Makassar memanas pasca partai Golkar mengisyaratkan hengkang. Ada dua opsi. PPP dan Gerindra.

Partai Nasional Demokrat (Nasdem) memang menggaransi Moh Ramdhan Pomanto (Danny) bisa mencukupkan dukungannya untuk bertarung di Pilkada Makassar. Apalagi dipaketkan dengan Fatmawati.

Hal itu ditegaskan Sekretaris DPW Nasdem Sulsel, Syaharuddin Alrif. Menurutnya, biarlah opini publik liar di luar. Tetapi, ia yakin pihaknya mampu mengurus masalah mencukupkan kursi. “Tunggu saja, kejutannya, kami yang akan urus ini. Komunikasi akan jalan mulai DPD, DPW, hingga DPP,” tegasnya.

Sikap Nasdem ini merespons kemungkinan Golkar menarik dukungannya. Meski, partai yang didirikan Surya Paloh itu masih berharap partai beringin tetap berada dalam kapal yang sama. Akan tetapi, pihaknya sedang intens komunikasi dengan sejumlah partai. Baik partai kecil maupun partai besar.

Soal kemungkinan merangkul Gerindra atau PPP, Wakil Ketua DPRD Sulsel itu menegaskan, komunikasi yang dibangun memang ke arah itu. Intinya, Nasdem punya enam kursi di DPRD. Praktis, semua peluang koalisi tetap dilakukan. “Pak Danny kan baik komunikasinya dengan semua partai,” sebutnya.

Adapun, kepastian mengusung Danny-Fatmawati ditandai dengan diserahkannya rekomendasi usungan model B1-KWK oleh Wakil Ketua Umum DPP Partai Nasdem, Ahmad Ali didampingi Sekretaris DPW Nasdem Sulsel, Syaharuddin Alrif di Jakarta, Rabu, 24 Juni.

Dengan munculnya paket Danny-Fatmawati, potensi usungan parpol pun berpotensi berubah. Paket ini disebut-sebut mengincar Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Gerindra untuk mencukupkan dukungan.

Sementara itu, paket Syamsu Rizal atau akrab disapa Deng Ical hampir pasti berpasangangan dengan Fadli Ananda dengan usungan PDIP, PKS, dan PKB. Total kursinya 12 kursi. Adapun pasangan Munafri Arifuddin (Appi)-Rahman Bando berpotensi pecah, jika PPP gagal direbut.

Partai Golkar atau Partai Demokrat bisa saja jadi alternatif Appi, dengan konsekuensi, mengganti wakilnya. Sebelumnya, Appi sudah menegaskan, siap mengganti pasangan jika situasi politik mengarah ke sana. Golkar dan Demokrat yang sedang mengincar posisi wakil sangat mungkin mengakomodir sikap Appi.

“Saya membuka ruang untuk mengganti pendamping, jika memang harus begitu. Sekarang ini belum final,” kata Appi saat mengikuti fit and proper test di DPD Partai Demokrat Sulsel beberapa waktu lalu.

Sikap PPP

Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPW PPP Sulsel, Muh Aras mengatakan, situasi masih dinamis. Artinya semua kandidat memiliki peluang sama untuk diusung. Apalagi masih berproses di DPP PPP. Meski, dari semua kandidat, Appi salah satu calon wali kota yang intens menjalin komunikasi.

Ia membantah, sikap itu dikaitkan dengan memantapkan dukungan partainya ke ke CEO PSM Makassar tersebut. “Iya Pak Appi memang intens komunikasi. Tetapi yang lain juga demikian,” terangnya.

Sementara itu, Partai Gerindra memberi sinyal akan mempersiapkan kadernya untuk Pilwalkot Makassar. Setidaknya sebagai bakal calon wakil wali kota.

Kader Gerindra

Sekretaris Gerindra Sulsel, Darmawangsyah Muin mengungkapkan saat ini arah dukung mengarah ke pasangan Irman Yasin Limpo (None)-Nunung Dasniar. “Kalau memang jadi maju, tentu kita dukung. Karena dia kader kita,” terangnya.

Meski begitu, Gerindra tetap membuka peluang ke calon lain. Darmawangsyah menjelaskan, sikap partai saat ini masih dinamis. “Intinya kami sudah punya tolok ukur atau pijakan dalam mengusung. Salah satunya kita prioritaskan kader,” ucapnya.

Golkar Tak Terima

Juru Bicara DPD I Golkar Sulsel, M Risman Pasigai langsung merespons kepastian Danny Pomanto berpasangan dengan Fatmawati yang merupakan paket sesama kader Nasdem. Menurutnya, keputusan Danny tak akan diterima Golkar.

“Tidak akan mungkin kami mendukung beliau (Danny) yang sudah mengkhianati secara politik dukungan Golkar,” bebernya. Kata dia, Golkar partai besar yang punya mekanisme dan aturan. Penyerahan dukungan saja sudah diberikan sejak beberapa bulan lalu.

“Surat dukungan tidak diserahkan di mal atau di warkop, tetapi langsung keuua Umum. Yang pasti kalau ada calon yang tidak hargai dukungan partai kami atau khianati dukungan politik kami pasti akan evaluasi,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPD II Golkar Makassar, Farouk M Betta menegaskan, tidak mempermasalahkan dengan siapa Danny berpasangan. Hanya saja, Danny mesti menjaga komitmen dan etika dalam berpolitik.

“Apalagi sebelumnya, Danny menawarkan diri ingin menggandeng kader Golkar sebagai pasangan. Dia yang datang menawari, dia pulang yang pergi tanpa kabar,” beber Aru, sapaan karibnya Farouk, Rabum 24 Juni.

Keinginan Danny, lanjut Aru, menggandeng kader Golkar bahkan disampaikannya saat deklarasi di Celebes Convention Centre medio Maret silam. “Tidak masalah, tetapi ini semakin menguatkan opini mengenai Pak Danny mengenai komitmennya,” terang mantan Ketua DPRD Makassar itu.

Dengan pilihan Danny itu, maka Golkar kini menyiapkan opsi lain untuk memenangkan Pilwali Makassar. Bahkan, Golkar pun mengisyaratkan akan memenangkan Pilwalkot tanpa Danny Pomanto. “Tanpa DP, Golkar siap dengan segala skenario untuk menang di Pilwali Makassar,” tambahnya.

Di tempat lain, Danny Pomanto enggan bicara banyak di tengah kondisi seperti ini. Semangatnya, ia berharap bagaimana Golkar dan NasDem tidak ada masalah. “Saya jangan dahulu bicara banyak terkait ini. Jangan sampai justru memperkueruh semuanya. Intinya bagaimana ini semuanya cairlah,” singkat Danny melalui sambungan telpon, malam tadi. (*)

Reporter: Taufik- Mustaqim - ArdiansyahEditor: Amrullah B Gani - M Arman KS 

Komentar