Keluarkan Fatwa Pengurusan Jenazah Covid-19, MUI: Utamakan yang Masih Hidup

Jumat, 26 Juni 2020 08:49

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – MUI (Majelis Ulama Indonesia) telah menerbitkan fatwa Nomor 18 Tahun 2020 tentang pengurusan jenazah pasien COVID-19. Dalam fatwa disebutkan prosesi harus tetap memenuhi hak-hak jenazah. Namun, MUI menilai kepentingan orang yang masih hidup juga harus diutamakan.

“Kewajiban manusia adalah ikhtiar untuk mencegah. Berobat ketika sakit, dan memastikan seluruh aktivitas pengelolaan jenazah sesuai ketentuan syariah. Namun, harus menjaga diri dari bahaya,” kata Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Ni’am Sholeh di BNPB di Jakarta, Kamis (25/6).

Menurutnya, ketika terjadi benturan antara pemenuhan hak-hak jenazah sesuai syariah dengan menjaga diri dari penularan COVID-19, yang harus diutamakan adalah kepentingan orang yang masih hidup.

“Hingga saat ini kedua hal tersebut masih bisa seimbang dijalankan. Yakni memenuhi hak jenazah di samping juga menjalani protokol kesehatan,” jelasnya.

Seperti diketahui, fatwa MUI Nomor 18 Tahun 2020 tersebut sudah diterbitkan pada akhir Maret 2020 lalu. Di dalamnya menjelaskan hak syariah jenazah. Yaitu dimandikan, dikafankan, dishalatkan dan dimakamkan.

Bagikan berita ini:
2
5
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar