Perbanyak Ibadah di Bulan Dzulhijjah, Ini Beberapa Keutamaan

Salat jumat di Masjid Agung Baitul Mukminin yang menerapkan jarak satu meter masing-masing jamaah. (Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar Jombang)

  1. Melaksanakan ibadah haji dan umrah. “Dan haji mabrur, tidak ada balasan untuknya selain surga.” (HR Muslim).
  2. Memperbanyak salat sunah. “Hendaknya kamu memperbanyak sujud lillah, karena tidaklah kamu bersujud kepada Allah sekali saja, kecuali Allah akan mengangkat derajatmu karenanya dan menggugurkan dosamu karenanya.” (HR Muslim).
  3. Berpuasa selama sembilan hari, terutama hari Arafah. “Bahwa Rasulullah SAW biasa berpuasa sembilan hari bulan Dzulhijjjah, hari ‘Asyura serta tiga hari dalam setiap bulan.” (HR Ahmad dan Nasa’I dari Hafshah RA). Imam Nawawi menjelaskan bahwa puasa pada hari-hari tersebut sangat dianjurkan. Khususnya pada tanggal sembilan (yakni Hari Arafah) bagi yang tidak berada di Arafah. “Berpuasa pada hari ‘Arafah dapat menghapuskan dosa di tahun yang lalu dan setelahnya.” (HR Muslim).
  4. Bertakbir dan berzikir. “Dan agar mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan.”(QS Al-Hajj: 28).
  5. Berkurban pada Hari Nahar (tanggal 10 Dzulhijah) atau pada hari-hari Tasyrik (11, 12 dan 13 Dzulhijah). “Barang siapa yang memiliki kemampuan, namun tidak berkurban, maka janganlah sekali-kali mendekati tempat shalat kami.” (Shahih At-Targhiib).
  6. Memperbanyak amal saleh, seperti sedekah, membaca Alquran, birrul waalidain (berbuat baik kepada orang tua), silaturahim, memenuhi kebutuhan kaum Muslimin, menghibur orang yang tertimpa musibah, dan sebagainya.
  7. Bertaubat dari dosa dan maksiat serta menjauhi larangan Allah. “Sesungguhnya Allah cemburu, orang mukmin pun cemburu, dan kecemburuan Allah adalah apabila seorang mukmin mengerjakan larangan-Nya.” (HR Muslim).
  8. Melaksanakan salat Idul Adha. (*/aci)

Komentar

Loading...