Jebolan SMK Dinilai Banyak Menganggur, Kemendikbud Cetuskan Program Pernikahan Massal Industri-Vokasi

Sabtu, 27 Juni 2020 11:44

Nadiem Makarim

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) beberapa pekan lalu mencetuskan program pernikahan massal antara vokasi dan industri. Hal ini dilakukan untuk memecah kebuntuan soal lulusan pendidikan vokasi yang banyak menganggur.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim pun mengatakan bahwa program ini dapat menyelesaikan permasalahan bangsa, yakni terkait jebolan SMK yang banyak menganggur. Pasalnya, dengan industri yang semakin berkembang, mereka pun memerlukan SDM yang banyak.

“Kita ini membutuhkan banyak sekali lulusan yang siap kerja di industri, demand besar, ini sangat ironis, kebutuhan industri kita untuk talenta muda dengan skill tertentu itu besar sekali, tetapi kenyataannya lulusan SMK banyak pengangguran,” kata dia dalam webinar, Sabtu (27/6).

Ia pun mengharapkan, jangan hanya sekedar penandatanganan nota kesepahaman (MoU) saja. Industri pun juga diharapkan untuk ikut mengambil peran terkait kurikulum yang akan diajarkan kepada para murid.

Nadiem pun memberikan keterangan, terdapat beberapa elemen yang harus dipenuhi antar pernikahan vokasi-industri terlaksana. Mulai dari kurikulum yang diadopsi dari mitra industri hingga adanya perjanjian rekrutmen.

“Kurikulumnya harus datang dari mitra industri, praktisi dan pengajar juga harus datang dari industri, kita harus lihat hasilnya mana, surat pernikahannya mana, surat pernikahan itu tidak aci (adil) kalau tidak ada perjanjian rekrutmen, kalau belum ada bahwa saya akan merekrut lulusannya, kalau saya (sebagai industri) sudah teken (tandatangan) menerima lulusan untuk kerja di industri, itu baru pernikahan yang sah,” jelasnya.

Bagikan berita ini:
6
2
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar