Merasa Terhina, Menteri, Gubernur hingga Walikota PDIP Turun Tangan

Sejumlah kader PDI Perjuangan mengibarkan bendera partai PDIP saat pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I di Jakarta, Jumat (10/1/2020). Rakernas I partai berlambang kepala banteng dengan moncong putih pada tahun 2020 tersebut bertemakan "Solid Bergerak Wujudkan Indonesia Negara Industri Berbasis Riset dan Inovasi Nasional". Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Kader PDIP betul-betul dibuat marah atas pembakaran bendera partai saat aksi demo penolakan RUU HIP di depan Gedung DPR RI, Rabu (24/6/2020) lalu.

Politikus Senior PDI-Perjuangan Tjahjo Kumolo yang juga MenpanRB mengatakan kasus pembakaran bendera PDIP harus diusut. Menurutnya jika kasus tersebut dibiarkan, bukan tidak mungkin akan membakar kantor partai.

“Kami merasa tersinggung, terhina, kok sampai ada yang membakar. Kalau dibiarkan, lama-lama bisa membakar gedung partai ini,” kata Tjahjo kepada wartawan di Jakarta, Jumat (26/6).

Mantan sekretaris jenderal PDIP itu merasa harga diri dan kehormatan partai banteng moncong putih terganggu akibat insiden pembakaran bendera itu. “Ini harga diri, kami harga diri teman-teman partai,” ujarnya.

Baca juga: Polisi Lamban Usut Pembakaran Bendera PDIP, IPW: Stabilitas Kekuasaan Jokowi Terdampak 

Pernyataan serupa diungkapkan Juliari P Batubara yang saat ini menjabat sebagai Menteri Sosial. Ia menyebutkan pihaknya akan membawa masalah itu ke jalur hukum.

“Terus rapatkan barisan ! Perkuat Persatuan… Bendera selalu tegak…. Kader Siap Menjaganya ! Merdeka ! @PDI_Perjuangan,” tulisnya di akun Twitter pribadinya.

Tak hanya pengurus DPP, di daerah kader PDIP juga bersuara. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo cium kejanggalan adanya atribut PKI dan PDIP dalam aksi tersebut.

Menurut Ganjar Pranowo, dalang pembakaran bendera PDI Perjuangan tersebut dilakukan oleh orang yang tidak suka dengan kondisi politik saat ini.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Adi Mirsan


Comment

Loading...