Polisi Lamban Usut Pembakaran Bendera PDIP, IPW: Stabilitas Kekuasaan Jokowi Terdampak

Neta S Pane. Foto: dok/JPNN.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Indonesia Police Watch (IPW) mendorong Polri segera mengusut kasus pembakaran bendera Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Sebab, peristiwa tersebut bisa memantik konflik horizontal di tingkat akar rumput.

“IPW melihat jajaran kepolisian masih bekerja lamban dalam menangani kasus ini. Padahal cukup banyak saksi di TKP, video dan foto aksi pembakaran bendera PDIP itu sudah viral,” kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/6).

Neta menilai, kasus ini seharus bisa segera diungkap. Selain karena barang bukti yang mencukupui, adapula sejumlah intelijen Polri yang berada di lokasi demonstrasi saat peristiwa terjadi.

“Jika Polri masih bekerja lamban, IPW khawatir kasus pembakaran bendera PDIP ini akan memunculkan konflik dan kekacauan, yang berbuntut pada stabilitas kekuasaan Presiden Jokowi,” imbuhnya.

Selain itu, Polri juga diminta segera mengintruksikan jajaran Babinkamtibmas untuk menggelar dialog dengan sejumlah tokoh masyarakat. Hal itu guna mencegah terjadinya konflik antar warga.

Sebelumnya, Beredar video massa aksi penolakan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila ‎(RUU HIP) membakar bendera PKI dan juga Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Video berdurasi 2.33 menit itu diduga terjadi di depan Gedung DPR pada Rabu (24/6).

“Bakar bakar PKI. Bakar PKI sekarang juga,” teriak massa sambil membakar bendera PKI dan PDIP.

Komentar

Loading...