Transmisi Lokal Dominasi Kasus Covid-19 di Makassar, Prof Tasrief: Isyaratkan Urgensi Penerapan PSBB Secara Ketat

Transmisi Lokal Dominasi Kasus Covid-19 di Makassar, Prof Tasrief: Isyaratkan Urgensi Penerapan PSBB Secara Ketat

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Penyebaran kasus Covid-19 di Sulsel khususnya di Makassar menjadi perhatian serius pemerintah. Terlebih di tengah peningkatan kasus yang terus terjadi dari hari ke hari.

Gugus Tugas Covid-19 Sulsel tak lagi memetakan penularan covid berdasarkan klasterisasi. Klaster tak bisa dijadikan tolak ukur pada saat jumlah kasus Covid terus meningkat. Yang ada saat ini adalah transmisi lokal.

Belum lama ini lingkungan kampus Universitas Hasanuddin Makassar disebut sebagai klaster baru penularan Covid setelah 25 pegawainya teridentifikasi positif Covid-19. Belakangan, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sulsel Ichsan Mustari menepis wacana tersebut.

Menurutnya kejadian di Unhas tidak bisa dikategorikan sebagai klaster. “Itu bukan klaster. Klaster itu kecuali tempat tinggal. Berdiam-diam disitu. Itu baru bisa disebut klaster,” jelas Ichsan.

Prof. Tasrief Surungan, Guru Besar Fisika Teoretik FMIPA Universitas Hasanuddin menilai signifikannya jumlah kasus di Unhas itu terkait dari komunitas Unhas yang banyak berada di garda paling depan dalam penanggulangan pasien Covid.

Tak bisa dipungkiri, RS Unhas menjadi RS rujukan perawatan pasien Covid di Indonesia Timur. Bahkan di dalam Kampus Unhas ada dua rumah sakit besar, yaitu RS Wahidin dan Unhas.

“Satu hal yang perlu dicermati, kurva pertumbuhan ini masih sedang menuju puncak. Dan itu jelas akibat dari PSBB yang pernah diterapkan belum memadai,” tegas Prof Tasrief saat dikonfirmasi fajar.co.id, Jumat (26/6/2020).

Komentar

Loading...