Zulkarnaen Ali Naru: 4 Ribu Karyawan THM Dirumahkan, Mau Makan Batu?

Minggu, 28 Juni 2020 20:05

Ketua Asosiasi Usaha Hiburan Makassar (AUHM), Zulkarnaen Ali Naru

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Tempat Hiburan Malam (THM) hingga kini belum juga mendapat izin beroperasi saat hotel dan mal sudah terlebih dahulu mendapat lampu hijau dari Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.

THM dinilai tak mampu terapkan protokol kesehatan seperti jaga jarak menjadi alasan Pemkot Makassar tak memberikan izin operasi hingga sejauh ini.

Ketua Asosiasi Usaha Hiburan Makassar (AUHM), Zulkarnaen Ali Naru mengatakan, jika Pemkot belum memberikan izin kepada THM untuk beroperasi, setidaknya pihaknya diberi solusi. Terutama bagi para pekerja.

“Istilahnya begini kalau kita manusia, kita berpikir kemanusiaan. Kalau tidak bisa buka, kasi dong insentif. Kita cuma butuh solusi,” ujarnya, Minggu (28/6/2020).

Kata Zul, wajar kemudian jika para pihaknya menuntut untuk segera beroperasi. Mengingat sekitar 4 ribu pekerja THM sudah empat bulan dirumahkan.

“Kalau mendesak buka itu wajar, tenaga kerja mau makan apa? Mau makan batu. 4 ribu lebih pekerja telah dirumahkan,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata Zul, akibat dirumahkan selama empat bulan, sejumlah karyawan kini nasibnya tak menentu.

“Sejak bulan 3, jadi sudah empat bulan karyawan dirumahkan. Adami yang diusir dari kos kosannya, adami yang mau makan, anaknya mau sekolah, anaknya mau kuliah,” paparnya.

Untuk itu, dirinya berharap kepada Pemkot agar memperhatikan nasib karyawan tersebut. “Kalau bukan Pemkot, kita mau mengharap kemana lagi,” terangnya. (ikbal/fajar)

Bagikan berita ini:
10
2
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar