Djoko Tjandra Buron, Jaksa Agung: Saya Perintahkan Tangkap dan Eksekusi

Senin, 29 Juni 2020 18:09

Jaksa Agung S.T. Burhanuddin (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Jaksa Agung Sianitar Burhanuddin memerintahkan jajarannya untuk segera menangkap Djoko Tjandra. Buronan kasus korupsi hak tagih Bank Bali itu dikabarkan berada di DKI Jakarta.

“Sudah saya perintahkan untuk tangkap dan eksekusi,” kata Burhanuddin dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/6).

Burhanuddin mengaku, sudah memerintahkan Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) untuk mencari keberadaan Djoko Tjandra. Pencarian sudah dilakukan dalam beberapa hari terakhir.

“Sudah tiga hari ini kami cari, tapi belum muncul. Tapi pada hari ini dia mengajukan peninjauan kembali (PK),” ucap Burhanuddin.

Menurutnya, buronan kasus korupsi yang dikabarkan sudah menjadi warga negara Papua Nugini itu telah pengajuan peninjauan kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA).

Untuk diketahui, Djoko Tjandra merupakan terdakwa kasus pengalihan hak tagih Bank Bali senilai Rp 904 miliar yang ditangani Kejaksaan Agung. Kejaksaan pernah menahan Djoko pada 29 September 1999 hingga Agustus 2000. Namun hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan agar Djoko dibebaskan dari tuntutan, karena perbuatannya bukan pidana melainkan perdata.

Tak puas putusan hakim, Kejaksaan Agung mengajukan upaya hukum peninjauan kembali (PK) ke Mahkamah Agung pada Oktober 2008. Majelis hakim memvonis Djoko dua tahun penjara dan denda Rp15 juta.

Bahkan, uang milik Djoko di Bank Bali sebesar Rp 546,166 miliar harus dirampas negara. Imigrasi kemudian mencegah Djoko keluar negeri. Namun, Djoko kabur dari Indonesia ke Port Moresby, Papua Nugini, pada 10 Juni 2009, sehari sebelum MA mengeluarkan putusan perkaranya. Kejaksaan kemudian menetapkan Djoko sebagai buronan. (JPC)

Komentar