Jaksa Agung Dicecar Soal Rendahnya Tuntutan Penyiram Novel Baswedan, Habib Aboe: Ada Apa Ini?

Senin, 29 Juni 2020 19:08

Habib Aboe

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Anggota Komisi III DPR Habib Aboe Bakar Al Habsy mencecar Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin ihwal rendahnya tuntutan untuk Rahmad Kadir, dan Ronny Bugis, terdakwa penyiram air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan.

“Ada yang membuat terenyuh penegakan hukum di masyarakat, di republik ini. Di tengah (Korps) Adhayska yang saya anggap lagi fit, tercolek sedikit dengan kasus Baswedan,” kata Habib Aboe saat rapat kerja Komisi III DPR dengan Burhanuddin dan jajaran, Senin (2/6).

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menuturkan bahwa bagaimanapun, rendahnya tuntutan terhadap terdakwa penyiram Novel itu kerap menjadi pertanyaan rakyat, tokoh masyarakat, termasuk konstituennya di daerah pemilihan.

“Konstituen banyak bertanya, bagaimana, kenapa sangat jauh tuntutan jika dibanding kasus serupa,” jelasnya.

Aboe lantas menyebut beberapa kasus serupa atau penyiraman air keras, yang pelakunya dituntut jaksa dengan hukuman berat. Seperti, kasus penyiraman air keras oleh Rustam kepada istrinya di Pekalongan 2018, yang dituntut 10 tahun penjara oleh jaksa.

Kemudian, ada kasus Rika Sonata, yang disidangkan di Pengadilan Negeri Bengkulu 2018, jaksa menuntutnya 10 tahun penjara.

Begitu pula dengan kasus penyiraman air keras Heriyanto yang disidangkan di PN Bengkulu 2018, jaksa menuntut terdakwa 20 tahun penjara.

Nah, Habib Aboe menegaskan, masyarakat merasa janggal melihat kasus penyiraman air keras terhadap Novel ini karena jaksa hanya menuntut terdakwanya satu tahun penjara.

Bagikan:

Komentar