Konser Raja Dangdut Rhoma Irama, Bupati Bogor: Jadi Preseden Buruk bagi Masyarakat Lain

Senin, 29 Juni 2020 20:09

ILUSTRASI. Rhoma Irama / JAWA POS

FAJAR.CO.ID,BOGOR– Bupati Bogor Ade Yasin mengaku kecewa lantaran Roma Irama ingkar janji dengan tetap menggelar konser pada acara khitanan di Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

”Gugus tugas akan mengambil langkah tegas, karena khawatir hal tersebut menjadi preseden buruk bagi masyarakat lain,” ujar Ade Yasin.

Sejak awal Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor sudah melarang konser artis yang dijuluki raja dangdut itu pada khitanan warga Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.

”Mereka (Rhoma Irama) sudah mengumumkan tidak akan melaksanakan (konser), kita percaya itu. Kita sebetulnya marah, karena melanggar komitmennya sendiri,” kata Ade Yasin.

Menurut dia, Rhoma Irama maupun warga Bogor yang mengundangnya akan diproses hukum. Sebab, sudah melanggar Peraturan Bupati (Perbup) No. 35 Tahun 2020 yang mengatur berbagai macam ruang lingkup, yaitu level kewaspadaan daerah, penetapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) proporsional secara parsial sesuai kewaspadaan daerah, serta protokol kesehatan dalam rangka adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Selain itu, Ade Yasin menyebutkan, Gugus Tugas Kabupaten Bogor akan menggelar tes cepat atau rapid test secara masal di Desa Cibunian usai konser Rhoma Irama.

Rhoma Irama tetap menggelar konser dangdut di Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, pada Minggu (28/6). Meski sempat mengumumkan pembatalan konsernya melalui video singkat yang tersebar di media sosial. Rhoma menerangkan bahwa undangan konser acara khitanan itu terjadi dua bulan lalu, dengan harapan pada saat hari pelaksanaan yakni 28 Juni sudah selesai masa pandemi Covid-19.

Bagikan berita ini:
7
2
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar