Pasien Reaktif Covid-19 ‘Murka’ ke Bupati, Mengaku Tak Pernah Dijenguk Dokter

Potongan video telekonferensi Bupati Mundjidah dengan perwakilan pasien. Pasien banyak mengeluhkan penanganan di rumah isolasi yang dinilai tak jelas. (ACHMAD RW/JAWA POS RADAR JOMBANG)

FAJAR.CO.ID,JOMBANG-- Penanganan pasien Covid-19 di rumah isolasi gedung Tenis Indoor patut dievaluasi. Itu setelah beredar video telekonferensi Bupati Mundjidah dengan perwakilan pasien.

Pasien banyak mengeluhkan penanganan di rumah isolasi yang dinilai tak jelas.Dalam video berdurasi 13 menit itu, terlihat salah satu pasien menghadap kamera yang tersambung langsung dengan Bupati Mundjidah.

Seolah sudah melakukan persiapan, salah satu perwakilan pasien penghuni rumah isolasi terlihat membawa secarik kertas berisikan keluhan-keluhan yang dirasakan pasien.

Sambil duduk dan dikerumuni sejumlah pasien lainnya, pasien yang mengaku asal Desa Mundusewu, Kecamatan Bareng menyampaikan beberapa keluhan.

Di antaranya beban ekonomi keluarga. Sejak menjalani proses isolasi di gedung Indor, dia pun mengeluhkan nasib keluarganya di rumah yang disebutnya kelimpungan mencari memenuhi kebutuhan sehari-hari.

”Contohnya yang laki-lakinya di sini, istrinya makan apa, anaknya makan apa wong tidak ada jaminan dari desa untuk kebutuhan hidup mereka. Jangan-jangan sini yang selamat tapi banyak di rumah malah mati karena nggak bisa makan bu,” lanjutnya.

Selain itu, banyak OTG (orang tanpa gejala) yang menghuni rumah isolasi, terancam kehilangan pekerjaan lantaran dikeluarkan dari tempat kerja.

Tak hanya itu, dalam rekaman video itu, dia juga mengeluhkan penanganan pasien dirasa jauh dari maksimal. Dia pun menyoroti sepinya dokter menyambangi pasien.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Edy Arsyad


Comment

Loading...